Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkap kronologi kejadian maskapai SmartAir yang ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB). Pilot dan co-pilot dinyatakan tewas pasca insiden tersebut.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F Laisa mengatakan ada dua pilot dalam penerbangan Smart Air tersebut. Sedangkan, ada 12 penumpang dan 1 infant yang dinyatakan selamat pascainsiden.
BACA JUGA:Kemenhub Gelar Program Mudik Gratis pada Lebaran 2026, Ini Daftarnya
BACA JUGA:Ada Mudik Gratis Bus dan Kereta saat Lebaran 2026, 78 Ribu Tiket Siap Disebar
Pada pukul 13.26 WIT kami mendapat informasi bahwa ke-dua pilot menjadi korban penembakan dan telah meninggal dunia sedangkan 12 penumpang dan 1 bayi selamat, kata Lukman dalam keterangannya saat dikonfirmasi www.wmhg.org, Rabu (11/2/2026).
Dia mengamini telah menerima laporan dari Kepala Satuan Pelayanan Bandar Udara Koroway Batu, Kabupaten Boven Digoel Provinsi Papua Selatan terkait kejadian penembakan terhadap pesawat
Lukman menjelaskan pesawat Smart Air dengan jenis Cessna Grand Caravan dengan registrasi PK-SNR milik PT. Smart Cakrawala Aviation menjalani rute penerbangan Tanah Merah (TMH) – Danawage/Koroway Batu (DNW).
Pesawat mulanya berangkat pukul 10.38 WIT dari Bandar Udara Tanah Merah. Kemudian, pada pukul 11.05 WIT pesawat mendarat di Bandara Koroway Batu.
Sesaat setelah mendarat pesawat mengalami penembakan, kata dia.
Dia mengatakan, saat ini Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus melakukan koordinasi dengan Otoritas Bandar Udara Wilayah X Merauke dan Kepala Satuan Pelayanan/pegawai yang ada di Bandar Udara Koroway Batu.
/2025/12/04/1281030887.jpg)
/2025/10/29/865650798.jpg)
/2025/12/08/659294977.jpg)
/2025/12/15/1325170386.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5499908/original/040306700_1770800044-IMG_1338.jpeg)

/2022/04/01/764563844.jpg)
/2025/08/07/737618233.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4721215/original/050847100_1705711212-fotor-ai-2024012073921.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369941/original/055657900_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369939/original/076856100_1476098426-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2835792/original/038785100_1561357842-FOTO_0001.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5139939/original/076629500_1740130101-IMG-20250221-WA0002.jpg)
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/4898437/original/015266300_1721643866-965ec85f-ffdc-4ba4-83ff-1fa9c30e62eb.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5427523/original/002823900_1764393481-1000100028.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5498860/original/065344600_1770723530-WhatsApp_Image_2026-02-10_at_18.37.15__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5497419/original/068689300_1770627953-Mensesneg_Prasetyo.jpg)