Jakarta – Ekonom dari Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin menilai pergeseran waktu Lebaran 2026 akan memengaruhi pola pertumbuhan ekonomi Indonesia pada awal 2026.
Ia menjelaskan, perubahan waktu perayaan Idul Fitri dari akhir Maret 2025 menjadi 20 Maret 2026 akan berdampak pada pergeseran momentum pertumbuhan ekonomi antar kuartal.
BACA JUGA:Menko AHY Geber Hilirisasi di Tengah Aliran Dana Rp 69,3 Triliun Mengalir ke Batam
BACA JUGA:Indeks Nikkei di Jepang Naik Terbatas Setelah Rilis Pertumbuhan Ekonomi
BACA JUGA:Rasio Kredit Terhadap PDB Indonesia Masih Rendah, Ini Solusinya
BACA JUGA:BRI Danareksa Prediksi Pasar Saham Indonesia 2026 Menguat, Ini Alasannya
“Pergeseran Idul Fitri dari 31 Maret 2025 menjadi 20 Maret 2026, tentunya akan mendorong pertumbuhan ekonomi Q2 2026 baik secara YoY maupun secara QoQ, mengingat momen Ramadhan dan Lebaran mewakili 25-30% belanja rumah tangga,” ujarnya kepada www.wmhg.org, Selasa (17/2/2026).
Dia menilai, momen Ramadan dan Lebaran memiliki kontribusi signifikan terhadap konsumsi rumah tangga. Karena porsi belanja rumah tangga pada periode tersebut cukup besar, pergeseran waktu perayaan akan memindahkan dorongan pertumbuhan dari satu kuartal ke kuartal lainnya.
Terkait target pertumbuhan ekonomi 2026 yang dicanangkan pemerintah, Wijayanto menilai dampaknya tidak akan mengubah capaian tahunan secara keseluruhan karena faktor tersebut bersifat musiman.
“Karena sifatnya seasonal, dampak pertumbuhan sepanjang tahun tidak akan berubah, hanya bergeser dari Q2 pada tahun 2025 menjadi Q1 pada tahun 2026,” tutur Wijayanto.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menerima laporan mengenai perkembangan pelaksanaan paket stimulus ekonomi pada triwulan pertama 2026. Laporan itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Rabu, 11 Februari 2026.
Dalam pemaparannya, Airlangga menyebut realisasi anggaran program MBG hingga kuartal pertama diperkirakan mencapai Rp60 triliun. “Dan ini tentu juga akan mendorong stimulasi perekonomian,” ujarnya.
/2025/06/06/1462733630.jpg)
/2024/11/13/2138386407.jpg)
/2025/11/24/926949912.jpg)
/2025/12/22/225938998.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5505086/original/033127100_1771325214-IMG-20260217-WA0024.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5502630/original/043008700_1770992150-WhatsApp_Image_2026-02-13_at_21.10.22.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5219631/original/022997400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472766/original/082116700_1768375313-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5494819/original/033550200_1770344851-humphrey-m-dYqMMG6LdZs-unsplash.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013695/original/083702900_1651632388-000_329D9V2.jpg)