Jakarta – Industri baja saat ini tengah menghadapi tekanan besar, meski di balik tantangan tersebut, Indonesia memiliki potensi yang luar biasa. Potensi dimaksud seperti proyek infrastruktur yang terus berjalan, hilirisasi yang semakin masif, serta pertumbuhan sektor manufaktur menjadi peluang emas yang harus dimanfaatkan.
BACA JUGA:Menko Airlangga: Hilirisasi Buahkan Hasil Nyata, Baja Indonesia Punya Kualitas Standar Global
BACA JUGA:Industri Baja Nasional Disorot, DJP Ungkap Potensi Kerugian Rp 4 Triliun per Tahun
BACA JUGA:Purbaya Turun Tangan Tindak Penyelewengan Pajak Besi Banci, Pelaku Industri Semringah
“Kita berada di tengah badai global. Oversupply melanda pasar dunia, harga bahan baku berfluktuasi, dan tekanan produk impor terus mengancam pasar domestik,” ujar Chairman Asosiasi Industri Besi dan baja Indonesia (IISIA) Akbar Djohan saat Musyawarah Nasional (MUNAS) IISIA 2026 di Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Tanpa fondasi yang kuat, peningkatan permintaan baja hanya akan menjadi pintu masuk bagi produk luar negeri. “Baja nasional harus berdaulat! Kita harus mandiri, kompetitif, dan menjadi tuan rumah yang tangguh di negeri sendiri,” tegas Akbar.
Menko Airlangga Hartarto menyatakan bahwa industri besi dan baja merupakan tulang punggung perekonomian nasional. “Pemerintah terus mendorong sinergi antara pelaku usaha, asosiasi, dan regulator untuk meningkatkan daya saing, memperkuat kapasitas produksi, serta mempercepat transformasi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Pada Munas ini beberapa isu menjadi bahasan diskusi seperti pengendalian impor dan trade remedies, kebijakan P3DN dan standardisasi, energi dan bahan baku, roadmap industri baja nasional, hilirisasi, serta keberlanjutan lingkungan. Kemudian penguatan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk seluruh produk baja, termasuk baja impor.
/2025/12/08/659294977.jpg)
/2024/09/05/1181790103.jpg)
/2025/10/01/1177083743.jpg)
/2015/04/28/458714412.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5495597/original/056933700_1770378064-IMG-20260206-WA0012.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/2835792/original/038785100_1561357842-FOTO_0001.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5182572/original/043086700_1744095807-20250408-ASN_Pemprov_DK_Jakarta-HER_9.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4514832/original/065030000_1690355151-20230726-Festival-Ekonomi-Sirkular-2023-Faizal-4.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5500395/original/031439800_1770863987-IMG_9906.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3337093/original/010245400_1609328702-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473893/original/049823100_1768461020-1500_x_845.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5496433/original/011805000_1770535416-9d276887-a3b4-4679-a2c8-cbdbdbf50a52.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4721215/original/050847100_1705711212-fotor-ai-2024012073921.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369941/original/055657900_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5499484/original/079695700_1770787736-IMG_1308.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3258331/original/091172300_1601894551-20201005-Kemiskinan-DKI-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1639535/original/088370600_1499173244-asdwdefcgf.jpg)