Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan dampak memanasnya konflik Iran dengan Israel terhadap perekonomian Indonesia belum dapat disimpulkan secara pasti. Pemerintah masih membutuhkan kajian lebih mendalam untuk mengukur risiko ekonomi yang mungkin timbul, terutama melalui jalur perdagangan dan distribusi global.
Untuk melihat dampak potensi jika konflik meningkat ini diperlukan kajian yang lebih lanjut lagi. Kami hanya bisa memaparkan beberapa komoditi yang dikondisi Januari 2026, kata Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, dalam Konferensi Pers BPS, Senin (2/3/2026).
BACA JUGA:Harga Emas Antam Sepekan 23-28 Februari 2026: Pelan-pelan Merangkak Naik
BACA JUGA:Harga Perak Antam Melonjak Rp 2.950 pada 28 Februari 2026, Ikuti Kenaikan Emas
BACA JUGA:DPD AMDATARA Bali Resmi Berdiri, Perluas Akses Jaringan Industri AMDK
Ia menjelaskan bahwa saat ini BPS baru dapat memaparkan gambaran perdagangan Indonesia dengan negara-negara terkait berdasarkan data terbaru Januari 2026. Data tersebut menjadi indikasi awal untuk melihat potensi dampak apabila eskalasi konflik meningkat.
BPS mencatat nilai ekspor Indonesia ke Iran pada Januari 2026 mencapai USD 18,5 juta. Komoditas utama yang dikirim Indonesia didominasi produk buah-buahan dengan nilai USD 9,1 juta, diikuti lemak dan minyak hewan maupun nabati sebesar USD 2,1 juta. Selain itu, Indonesia juga mengekspor kendaraan dan bagiannya senilai USD 2,0 juta ke Iran.
Ekspor Indonesia ke Iran pada Januari 2026 sebesar USD 18,5 juta dengan komoditi utamanya buah-buahan sebesar USD 9,1 juta, lemak dan minyak hewan nabati sebesar USD 2,1 juta, serta Indonesia juga mengekspor ke Iran pada Januari 2026 kendaraan dan bagiannya sebesar USD 2,0 juta, ujarnya.
Di sisi impor, Indonesia mendatangkan barang nonmigas dari Iran dalam jumlah jauh lebih kecil. Total impor didominasi buah-buahan senilai USD 2,0 juta atau sekitar 94,07 persen dari total impor Indonesia dari negara tersebut.
Sementara itu, impor mesin dan perlengkapan mekanis beserta bagiannya hanya mencapai USD 113,4 ribu atau sekitar 5,30 persen. Kondisi ini menunjukkan ketergantungan perdagangan langsung Indonesia terhadap Iran relatif terbatas.
/2025/02/12/295818587.jpg)
/2025/09/22/1467086553.jpg)
/2022/04/26/1849894064.jpg)
/2024/07/01/823936766.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1164238/original/070121400_1457408004-20160308-Ilustrasi-Kelapa-Sawit-iStockphoto6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3005833/original/005389400_1577346189-20191226-Proyeksi-Pertumbuhan-Ekonomi-Indonesia-2020-ANGGA-4.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532289/original/028365400_1628161488-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369939/original/076856100_1476098426-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975040/original/077790600_1648205648-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5459767/original/052734300_1767173469-publikasi_1767166092_6954d08c6d721.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5371515/original/011669500_1759665536-1001320582.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475276/original/056009900_1768562165-1000026474.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/953316/original/021276300_1439363719-20150812-Rupiah-Anjlok4.jpg)