Jakarta – Dalam beberapa tahun terakhir, perencanaan keuangan keluarga Indonesia semakin dipengaruhi oleh kebutuhan global, mulai dari pendidikan anak di luar negeri, investasi internasional, hingga perencanaan peninggalan lintas generasi.
Mobilitas global juga menghadirkan tantangan baru dalam pengelolaan risiko mata uang, kesinambungan aset, serta kesinambungan nilai kekayaan lintas generasi. Ketika kebutuhan keluarga semakin banyak berdenominasi dolar AS, proteksi yang selaras dengan mata uang kebutuhan menjadi relevan agar rencana jangka panjang tidak terdampak risiko pergerakan kurs.Â
BACA JUGA:Rupiah Melemah Terbatas terhadap Dolar AS Hari Ini 13 Februari 2026
BACA JUGA:USD Loyo, Kurs Rupiah Perkasa Hari Ini Jumat 13 Februari 2026
BACA JUGA:Menkeu Purbaya: Stabilitas Rupiah Tugas BI, Pemerintah Genjot Pertumbuhan
Sebagai gambaran, Bank for International Settlements (BIS) 2025 menunjukkan bahwa lebih dari 80% transaksi perdagangan internasional masih menggunakan dolar AS sebagai mata uang utama. Hal ini menjadikan USD salah satu mata uang utama dalam pembiayaan pendidikan global, layanan kesehatan internasional, serta perencanaan peninggalan berharga lintas negara.Â
Di Indonesia sendiri, berdasarkan Kurs Transaksi Bank Indonesia menunjukkan bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak dinamis dalam beberapa tahun terakhir. Pada akhir Januari 2024, nilai tukar dolar AS tercatat sekitar 15.904 per USD. Sementara sepanjang Januari 2026, berada di kisaran 16.100-16.800 per USD.
Dinamika ini menegaskan pentingnya strategi diversifikasi aset dan mata uang, khususnya bagi keluarga dengan kebutuhan keuangan jangka panjang yang bersifat global.
“Perencanaan keuangan hari ini tidak lagi terbatas pada satu generasi atau satu negara. Keluarga Indonesia membutuhkan strategi untuk menjaga kesinambungan nilai kekayaan dari waktu ke waktu maupun antisipasi terhadap inflasi, kata President Director Prudential Syariah  Iskandar Ezzahuddin, Minggu (15/2/2026).
/2025/09/09/1154512313.jpg)
/2023/08/22/326576934.jpg)
/2024/10/27/1641934318.jpg)
/2026/01/14/1374241906.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5386705/original/059945600_1761021204-3__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4905401/original/072467000_1722346240-IMG_0389__1_.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4908277/original/043617300_1722647014-PBRA1879.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5529004/original/022590700_1773302602-WhatsApp_Image_2026-03-12_at_15.00.02.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5529560/original/069840500_1773370657-BRI_Imlek.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5529575/original/069455900_1773372057-WhatsApp_Image_2026-03-13_at_09.28.40.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5529583/original/055065300_1773372270-WhatsApp_Image_2026-03-13_at_09.31.06.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5527100/original/091852400_1773180939-Presiden_Prabowo_Subianto__2_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3337099/original/045821000_1609328706-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-8.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5160378/original/069897800_1741795320-cacbe7cf-b221-491f-8ec9-d3ec31df7d43.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4983416/original/027398600_1730112255-fotor-ai-20241028174236.jpg)