Jakarta – Pelaku usaha daging impor reguler membantah pernyataan yang menyebut jika mereka tidak ikut berperan dalam stabilisasi harga daging dan cenderung memainkan harga. Apalagi, segmen pasar daging impor bukanlah pasar umum, tapi industri hotel, restoran dan katering (Horeka).
“Sebenarnya peran swasta dan BUMN itu sama saja, yakni punya kewajiban untuk stabilisasi harga karena ini kepentingan nasional. Justru pemerintah harusnya hanya atur regulasi saja sebagai regulator, dan yang operating swasta dan BUMN. Itu sebabnya harus ada equal treatment, perlakuan yang sama,” kata Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha dan Pengolahan Daging Indonesia (APPDI), Teguh Boediyana, Sabtu (24/1/2026).
BACA JUGA:Bulog Tak Impor Daging Beku untuk Ramadan dan Lebaran 2026
BACA JUGA:Pedagang Daging Tak Lagi Mogok Jualan, Ini Alasannya
BACA JUGA:Dijamin Mentan Amran, Harga Daging Sapi Bakal Stabil Selama Ramadan dan Lebaran 2026
Menurut Teguh, swasta secara implisit juga berperan menstabilkan harga mengingat bicara harga maka terkait mekanisme pasar. “Supply and demand. Jika pasok cukup, harga stabil. Stabil tidak hanya di pasar umum, tapi juga segmen kami sebagai pemasok industri Horeka,” paparnya.
Kalangan pedagang daging di pasar umum pun mengakui. Ketua Umum Jaringan Pemotong dan Pedagang Daging Indonesia (APPDI), Asnawi mengatakan, produksi daging sapi nasional masih kurang. Dengan konsumsi per kapita 2,57 kg, kebutuhan daging dalam negeri mencapai 731.000 ton per tahun, sementara produksi daging sapi nasional hanya mampu memenuhi 33,4%.
“Sisanya dipenuhi oleh impor,” kata Asnawi.
Bahkan, dia menyebut daging beku impor, terutama daging kerbau, bermanfaat untuk menekan harga daging di pasar. “Jika tidak ada daging impor, maka harga daging dalam negeri bisa di atas Rp140.000 per kg,” tegasnya.
/2025/02/24/1530473509.jpg)
/2025/12/09/920216395.jpg)
/2025/10/16/27400553.jpg)
/2021/09/20/1712575422.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482583/original/041088000_1769230745-Foto2.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481618/original/046441300_1769139854-6.jpg)





