Jakarta – Indonesia disebut bisa mengontrol harga timah di pasar internasional. Hal ini terbukti dengan adanya kenaikan harga timah dunia pada awal 2026, menembus angka di atas USD 51.000 per ton setelah pemerintah melakukan penertiban tambang ilegal.
Direktur Eksekutif Indonesia Mining and Energy Watch, Ferdy Hasiman, mengatakan, sebagai produsen timah nomor 2 terbesar di dunia, Indonesia seharusnya bisa mengatur harga timah di pasar internasional.
BACA JUGA:Pengamat Puji Ketegasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal: Bikin Harga Timah Melonjak
BACA JUGA:Melihat Aksi Sigap TNI AL Gagalkan Penyelundupan Timah Rp12,5 M di Perairan Bangka
Masa Indonesia punya sumber daya besar tapi kita gak bisa mengontrol harga. Kan aneh aja, kata Ferdy, Senin (26/1/2026).
Menurut Ferdy, kekuatan tersebut pun tidak bisa digunakan. Pasalnya, penambangan ilegal membuat produksi tidak terkontrol dan pasokan timah di pasar melimpah, kondisi membuat harga timah di pasar rendah.
Namun, setelah Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan kebijakan menertibkan pertambangan tanpa izin (PETI) alias tambang ilegal membuat stok di pasar menurun dan berujung pada kenaikan harga.
Selama ini banyak orang yang jual timah diam-diam ke pasar. Makanya di pasar banyak. Nah ketika itu ditertibkann, pasar jadi turun, dengan itu juga harga akan naik, tuturnya.
/2023/02/25/321248679.jpg)
/2025/02/24/1530473509.jpg)
/2025/12/09/920216395.jpg)
/2025/10/16/27400553.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5458903/original/073984900_1767108528-Tito_Karnavian.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2439240/original/018127500_1542966204-20181123-Nilai-Tukar-Rupiah-Menguat-Atas-Dolar-Angga3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5486233/original/062057000_1769580738-Bakti_GoTo_untuk_Negeri_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4796664/original/075845200_1712438897-a-perry-XGr8jarX0gY-unsplash.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5219635/original/040174000_1747221146-20250514-Harga_Emas-ANG_6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5372841/original/076901200_1759800689-perak.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2439240/original/018127500_1542966204-20181123-Nilai-Tukar-Rupiah-Menguat-Atas-Dolar-Angga3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5487908/original/019378300_1769683532-38ad1699-a169-4193-9e6f-b7734c88ab34.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472846/original/096950000_1768378113-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-14_Januari_2026-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013695/original/083702900_1651632388-000_329D9V2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1338349/original/016327000_1473147933-673x373.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5487478/original/021081700_1769666416-1000219659.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5360697/original/082788100_1758719568-183357.jpg)