Jakarta – Maraknya modus penipuan berbasis hubungan emosional atau love scamming menjadi perhatian serius Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen sekaligus Anggota Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyebut kejahatan ini merupakan tren penipuan finansial digital yang meningkat secara global dan telah terbukti terjadi di Indonesia.
Berdasarkan data Indonesia Anti Scam Center (IASC), sepanjang 2025 hingga akhir tahun lalu tercatat 3.494 laporan love scam dengan total kerugian masyarakat mencapai Rp 49,198 miliar.
BACA JUGA:OJK Catat Kinerja Keuangan Syariah Menguat Sepanjang 2025
BACA JUGA:Direksi BEI akan Berganti, OJK Tekankan Penguatan Pasar Modal Nasional
BACA JUGA:IHSG Berpotensi Sentuh 10.000 pada 2026, OJK Sebut Dua Syaratnya
BACA JUGA:OJK Optimistis Industri Jasa Keuangan Tetap Terjaga di 2026
Friderica mencontohkan, pengungkapan sindikat love scam yang baru-baru ini ditemukan di Yogyakarta dan diketahui beroperasi secara internasional dengan menargetkan korban lintas negara melalui internet dan berbagai aplikasi digital. Menurut dia, karakter kejahatan tersebut memiliki risiko lintas batas yang tinggi dan melibatkan sindikat terorganisasi.
“Yang ini menjadi satu tren kejahatan finansial digital yang sedang meningkat jumlahnya dan dilakukan secara global oleh sindikat-sindikat tersebut,” ujarnya dalam Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil RDKB Desember 2025, Jumat (9/1/2026).
Ia menjelaskan, para pelaku memanipulasi emosi korban dengan membangun hubungan personal atau relasi romantis palsu. Dalam kondisi tersebut, korban kerap secara sukarela mentransfer dana karena merasa memiliki hubungan spesial dengan pelaku, sehingga berpotensi mengalami kerugian finansial yang besar serta dampak psikologis yang mendalam.
Selain kerugian materi, Friderica menekankan bahwa dampak psikologis akibat manipulasi emosional menjadi salah satu hal yang paling berat bagi korban love scam. Hal ini karena penipuan dilakukan dengan melibatkan perasaan dan kepercayaan korban dalam jangka waktu tertentu.
Sehingga mereka dapat mengalami kehilangan uang dalam jumlah yang sangat besar ya. Dan juga yang terutama selain dampak uang tersebut adalah dampak psikologis karena terkena manipulasi secara emosional dan ini juga salah satu yang sulit disembuhkan ya karena melibatkan emosi secara mendalam seperti itu,” katanya.
Dalam upaya pencegahan, OJK bersama Satgas Pasti terus melakukan kampanye edukasi dan imbauan kewaspadaan kepada masyarakat melalui berbagai kanal komunikasi.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/05/05/294792947.jpg)
/2025/10/03/437355831.jpg)
/2025/09/18/1600673805.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3389842/original/074746100_1614591577-Screenshot__79_.jpg)
/2025/09/24/895147874.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3233958/original/005284500_1599717943-20200910-Jakarta-Tarik-Rem-Darurat_-Ganjil-Genap-Ditiadakan-dan-Transportasi-Umum-Dibatasi-3.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3188318/original/047441700_1595493633-20200723-Usai-Cetak-Rekor_-Harga-Emas-Antam-Kembali-Turun-IQBAL-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4721215/original/050847100_1705711212-fotor-ai-2024012073921.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4805340/original/093907000_1713432001-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5308549/original/077636700_1754547877-Gemini_Generated_Image_3o91z63o91z63o91.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4844377/original/058934100_1716818807-960x0.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5455446/original/032733600_1766658212-430107f0-2428-4d0b-ad66-7bb4a8534c4f.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5388501/original/067806200_1761122181-WhatsApp_Image_2025-10-22_at_13.51.12_74519c08.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469008/original/019117100_1768042279-WhatsApp_Image_2026-01-10_at_15.42.30.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469026/original/075459500_1768042887-publikasi_1768039633_696224d1e361a.jpeg)