Jakarta – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar mengatakan, konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela masih terus dicermati oleh pelaku jasa keuangan karena berpotensi meningkatkan risiko geopolitik global dan memengaruhi stabilitas sistem keuangan.
Mahendra menyampaikan, hingga saat ini pelaku jasa keuangan, termasuk di pasar keuangan, memantau secara intensif perkembangan konflik tersebut serta potensi dampaknya terhadap stabilitas politik dan pasar keuangan global.
BACA JUGA:Trump: Kuba Bergantung pada Venezuela, Baik untuk Uang Maupun Minyak
BACA JUGA:Rusia Prediksi Nasib Maduro di Tangan AS: Dibebaskan Diam-Diam atau Jadi Mandela Baru
BACA JUGA:Aliansi Dewan Eksekutif Mahasiswa PTKIN Gelar Aksi Solidaritas Venezuela, Sorot Tindakan AS
Sampai saat ini para pelaku jasa keuangan termasuk juga di pasar keuangan masih terus mencermati perkembangan yang terjadi utamanya risiko pada geopolitik akibat apa yang terjadi di antara AS dan Venezuela serta juga mencermati potensi dampak terhadap stabilitas politik dan pasar keuangan global,” kata Mahendra dalam Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil RDKB Desember 2025, Jumat (9/1/2026).
Ia menuturkan, dalam jangka pendek belum terlihat adanya dampak langsung konflik AS–Venezuela terhadap perekonomian Indonesia, baik dari sisi produksi dan harga minyak dunia maupun harga komoditas utama ekspor nasional.
Namun demikian, risiko dalam jangka menengah dan panjang tetap perlu diwaspadai karena eskalasi tensi geopolitik global telah meningkatkan ketidakpastian terhadap pertumbuhan serta stabilitas ekonomi dan keuangan dunia.
Menurut Mahendra, OJK meminta seluruh lembaga jasa keuangan untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pemantauan secara intensif terhadap berbagai risiko yang mungkin muncul.
Kami tentu meminta semua lembaga jasa keuangan untuk mencermati dan melakukan pemantauan yang intensif terhadap risiko-risiko ini baik risiko pasarnya, risiko likuiditas, dan risiko kredit pembiayaan,” kata Mahendra.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/05/05/294792947.jpg)
/2025/10/03/437355831.jpg)
/2025/09/18/1600673805.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5467328/original/054445200_1767872286-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3233958/original/005284500_1599717943-20200910-Jakarta-Tarik-Rem-Darurat_-Ganjil-Genap-Ditiadakan-dan-Transportasi-Umum-Dibatasi-3.jpg)






:strip_icc()/kly-media-production/medias/3188318/original/047441700_1595493633-20200723-Usai-Cetak-Rekor_-Harga-Emas-Antam-Kembali-Turun-IQBAL-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4721215/original/050847100_1705711212-fotor-ai-2024012073921.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4805340/original/093907000_1713432001-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5308549/original/077636700_1754547877-Gemini_Generated_Image_3o91z63o91z63o91.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4844377/original/058934100_1716818807-960x0.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5455446/original/032733600_1766658212-430107f0-2428-4d0b-ad66-7bb4a8534c4f.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5388501/original/067806200_1761122181-WhatsApp_Image_2025-10-22_at_13.51.12_74519c08.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469008/original/019117100_1768042279-WhatsApp_Image_2026-01-10_at_15.42.30.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469026/original/075459500_1768042887-publikasi_1768039633_696224d1e361a.jpeg)