Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap tak pernah membutuhkan waktu lama ketika menghadap Presiden Prabowo Subianto. Dia pun enggan mengarang cerita akan obrolannya berjalan panjang.
Dia mengatakan, selalu melapor Kepala Negara sebelum mengambil tindakan. Termasuk pada upayanya saat menyisir anggaran dan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah (Pemda).
BACA JUGA:Prabowo: Setiap Provinsi Harus Ada SMA Taruna Nusantara dan SMA Garuda
BACA JUGA:Deretan Tokoh Jebolan Taruna Nusantara \’Tier 1\’ Lingkaran Prabowo
BACA JUGA:Prabowo: Taruna Nusantara Harus Mencetak Pemimpin yang Antikorupsi
BACA JUGA:Bangsa Maju Bertumpu pada Iptek, Prabowo Dorong Perbanyak Sekolah Unggulan seperti SMA Taruna Nusantara
Kan saya bukan Presiden, saya enggak berani pasti kalau enggak izin, ucap Purbaya dalam acara Semangat Awal Tahun 2026, di Menara Global, Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Rentang waktu dia menghadap Presiden hanya sekitar 10-20 menit. Tergantung pada topik yang akan dibahasnya. Dia mengisahkan berdiskusi soal rencana mengucurkan anggaran agar ekonomi berjalan.
Tapi ini kan (Presiden) orang pintar, saya diskusi dengan dia enggak perlu 10 menit, 20 menit, cuma bilang Pak Itu uang banyak di sana, saya gelontorin ya biar ekonomi jalan, \’coba caranya gimana?\’ gini, gini, gini. \’Oke\’. Satu lagi Pak, saya ingin keliling Kementerian/Lembaga supaya mereka belanja, tuturnya mengulang diskusi dengan Kepala Negara.
Dia menunjukkan diri sebagai orang yang tidak berbelit ketika punya urusan dengan RI 1. Purbaya berkelakar enggan mengarang cerita agar diskusinya panjang.
Jadi satu menit dua menit dia cuma nanya itu diskusi sama beliau tuh kalau yang penting. Kalau yang enggak penting-penting bisa lama tuh. Kalau saya kan malas ngomong yang puter-puter, capek lah, ngarangnya juga pusing ya, abis ini ngomong apa lagi. Yaudah lah \’Pak ini gini akan begini, ini akan begini\’. Biasanya cepat, biasanya, bebernya.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/06/24/1049013018.jpg)
/2025/10/18/1934219793.jpg)
/2025/10/16/1002072152.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472846/original/096950000_1768378113-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-14_Januari_2026-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2393928/original/011471200_1540635257-OJK.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1043408/original/005104300_1446622303-20151104-OJK-AY-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3352148/original/064037100_1610959707-20210118-Emas-Antam-2.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473444/original/093171500_1768444417-44a3ad63-d813-440f-a37c-9ee4f21630c1.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473447/original/050483400_1768444830-f770dbf6-e7c5-46cf-b34d-296dfabb0b0f.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1641383/original/035848000_1499335807-20170706-IHSG-Berakhir-Bertahan-di-Zona-Hijau-Angga-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5271674/original/014395900_1751517910-Screenshot_20250703_101941_YouTube.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473233/original/098315500_1768392965-Bea_Cukai_dan_Polri_ungkap_upaya_penyelundupan_narkotika_melalui_barang_kiriman_internasional.jpeg)