Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada November 2025, neraca perdagangan barang surplus sebesar USD 2,66 miliar. Artinya, neraca perdagangan Indonesia telah mencatat surplus selama 67 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini, menjelaskan surplus pada November 2025 lebih ditopang oleh surplus pada komoditas non-migas yang sebesar USD 4,64 miliar, dengan komoditas penyumbang surplus utama adalah pertama lemak dan minyak hewani atau nabati atau HS15, kemudian besi dan baja atau HS72, serta nikel dan barang daripadanya atau HS75.
BACA JUGA:Tingkat Hunian Hotel Bintang Naik Jadi 53,89% pada November 2025, BPS Catat Perbaikan Okupansi
BACA JUGA:Warga Indonesia Jalan-jalan ke Luar Negeri Naik 9,56% di November 2025
BACA JUGA:Jumlah Wisatawan Mancanegara Turun di November 2025, BPS Ungkap Penyebabnya
Pada saat yang sama, neraca perdagangan komoditas migas tercatat defisit USD1,98 miliar dengan komoditas penyumbang defisit adalah minyak mentah dan hasil minyak, kata Pudji dalam Konferensi Pers BPS, Senin (5/1/2026).
Selanjutnya adalah neraca perdagangan kumulatif, yaitu neraca perdagangan bulan Januari hingga November 2025, dimana kata Pudji hingga bulan November 2025 neraca perdagangan barang mencatat surplus sebesar USD 38,54 miliar.
Surplus sepanjang Januari hingga November 2025 ini ditopang oleh surplus komoditas non-migas sebesar USD 56,15 miliar, sementara komoditas migas masih mengalami defisit USD 17,61 miliar, ujarnya.
Adapun neraca perdagangan kumulatif Indonesia menurut negara mitra dagang. Untuk neraca perdagangan total, yaitu migas dan non-migas, tiga negara penyumbang surplus terbesar adalah Amerika Serikat sebesar USD 16,54 miliar, India sebesar USD 12,06 miliar, Filipina sebesar USD 7,81 miliar.
Sedangkan negara penyumbang defisit terdalam adalah Tiongkok sebesar minus USD 17,74 miliar, Australia sebesar minus USD 5,04 miliar, Singapura minus USD 4,66 miliar.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/06/24/1049013018.jpg)
/2025/10/18/1934219793.jpg)
/2025/10/16/1002072152.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5446116/original/047950200_1765873287-1000023611.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5426974/original/045149600_1764322636-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5461139/original/006092900_1767340396-0a65192f-f679-4726-838e-db64a51518c4.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3047334/original/082105900_1581414535-20200211-Omnibus-Law-Diyakini-Bisa-Perkuat-Ekonomi-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5376784/original/035978900_1760020950-WhatsApp_Image_2025-10-09_at_18.01.40__1_.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3215828/original/052789100_1598082876-22_Agustus_2020-3_ok.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4837497/original/097905500_1716195905-Harga_emas_cetak_rekor_tertinggi-ANGGA_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1071006/original/007793200_1448870952-20151130-Harga-Emas-Kembali-Buyback-AY3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5445028/original/061649700_1765798358-IMG-20251215-WA0014.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5468560/original/031395000_1767956777-Direktur_Utama_Perum_Bulog__Ahmad_Rizal_Ramdhani-1.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5433267/original/059203400_1764840760-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto__2_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5354392/original/068395000_1758248186-063_1134817584.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5468655/original/028465300_1767966113-Diskusi_Danantara-4.jpg)