Jakarta – Neraca perdagangan Indonesia mengawali tahun 2026 dengan kinerja positif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca perdagangan sebesar USD 0,95 miliar pada Januari 2026. Hal ini menandai surplus yang telah berlanjut selama 69 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa surplus tersebut ditopang oleh kinerja positif perdagangan komoditas nonmigas, sementara perdagangan migas masih mengalami defisit.
BACA JUGA:Nilai Ekspor CPO Januari 2026 Naik 59,63 Persen
BACA JUGA:Ekspor Indonesia Capai USD 22,16 Miliar di Januari 2026, Ini Komoditas Penyumbangnya
BACA JUGA:Tarif 19% AS Disebut Tak Ganggu Ekspor dan Neraca Dagang Indonesia
”Pada bulan Januari 2026, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus USD 0,95 miliar. Angka ini ditopang oleh surplus komoditas nonmigas sebesar US$3,22 miliar, sementara komoditas migas masih mengalami defisit USD 2,27 miliar,” jelas Ateng pada konferensi pers di Jakarta, Senin (2/3).
Ia melanjutkan bahwa nilai ekspor pada Januari 2026 adalah USD 22,16 miliar, mengalami kenaikan 3,39 persen dibandingkan Januari 2025. Peningkatan ini terutama didorong oleh sektor industri pengolahan yang tumbuh hingga 8,19 persen ( y-on-y ).
”Nilai ekspor industri pengolahan naik 8,19 persen pada Januari 2026 ( y-on-y) dengan andil peningkatan sebesar 6,54 persen,”jelas Ateng.
BPS mencatat tiga negara utama tujuan ekspor nonmigas Indonesia adalah Tiongkok, Amerika Serikat, dan India. Kontribusi ketiga negara ini mencapai 43,77 persen pada Januari 2026. Tiongkok masih menjadi pasar utama dengan nilai mencapai USD 5,27 miliar (24,80 persen), diikuti oleh Amerika Serikat sebesar USD 2,51 miliar (11,82 persen) dan India sebesar USD 1,52 miliar (7,15 persen).
/2025/02/12/295818587.jpg)
/2025/09/22/1467086553.jpg)
/2022/04/26/1849894064.jpg)
/2024/07/01/823936766.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3337096/original/035251200_1609328704-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5427576/original/072429700_1764396580-Screenshot_20251129_125754_Docs.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5515886/original/006200500_1772202661-Konferensi_pers_di_Brilian_Club-27_Februari_2026.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5467322/original/061717500_1767872284-1.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532289/original/028365400_1628161488-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369939/original/076856100_1476098426-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975040/original/077790600_1648205648-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5459767/original/052734300_1767173469-publikasi_1767166092_6954d08c6d721.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5371515/original/011669500_1759665536-1001320582.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3005833/original/005389400_1577346189-20191226-Proyeksi-Pertumbuhan-Ekonomi-Indonesia-2020-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475276/original/056009900_1768562165-1000026474.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/953316/original/021276300_1439363719-20150812-Rupiah-Anjlok4.jpg)