Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sempat pingsan saat menghadiri upacara penghormatan dan pelepasan tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menjadi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros.
Peristiwa tersebut terjadi ketika Menteri KKP maju ke depan untuk memberikan sambutan dalam upacara yang berlangsung khidmat. Berdasarkan tayangan video siaran langsung acara itu, Sakti Wahyu Trenggono awalnya terlihat dalam kondisi baik saat berjalan menuju podium.
BACA JUGA:Begini Kondisi Menteri KKP Usai Pingsan
BACA JUGA:Sudah Sadarkan Diri, Begini Kronologi Menteri KKP Pingsan di Upacara Penghormatan Korban ATR 42-500
BACA JUGA:Ini Penyebab Menteri KKP Pingsan saat Upacara Penghormatan Korban Kecelakaan ATR 42-500
Namun, beberapa saat sebelum menyampaikan sambutan, kondisi kesehatan Menteri KKP tampak menurun. Ia terlihat menunduk sejenak, kemudian kehilangan keseimbangan dan terjatuh dengan posisi terlentang di hadapan para peserta upacara.
Melihat kejadian tersebut, ajudan dan sejumlah pegawai KKP yang berada di sekitar lokasi langsung sigap memberikan pertolongan. Menteri KKP segera ditangani dan dibantu keluar dari area upacara untuk mendapatkan perawatan.
Akibat kondisi tersebut, sambutan Menteri KKP tidak dapat dilanjutkan. Tugas selanjutnya dalam upacara itu kemudian diambil alih oleh Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf.
Didit Herdiawan Ashaf memastikan kondisi Sakti Wahyu Trenggono telah membaik, ia menegaskan bahwa pingsannya Menteri KKP disebabkan oleh kelelahan.
Sudah sadar gak papa, kecapean saja, ujar Didit kepada media, Minggu (25/1/2026).
/2025/12/09/182562731.jpg)
/2025/07/30/1831788301.jpg)
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/09/02/1600387136.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5176892/original/057649000_1743142208-20250328-Pemudik_Surabaya-AFP_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4739433/original/003170600_1707531269-20240210-Sembahyang_Imlek-ANG_11.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5426993/original/025824200_1764323186-banjir_sibolga_tapanuli_tengah.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369943/original/032417700_1476098428-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5342655/original/057756700_1757397640-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482999/original/031033400_1769314652-9562cdc2-e376-4f0d-9aa8-3199ad3851eb.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3259814/original/014290800_1602033336-34c3bb73-b113-4f07-b612-8f8955ea82a5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1308848/original/001411100_1470395135-20160805-Pedagang-Daging-Sapi-Jakarta--Angga-Yuniar4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3137583/original/087265500_1590562334-tiktok-5064078.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2806419/original/068811000_1557917958-20190515-Impor-Daging-Beku-Naik-saat-Ramadan-ANGGA-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482802/original/091920300_1769253611-WhatsApp_Image_2026-01-23_at_22.21.11.jpeg)