Jakarta – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Mentan Amran) secara terbuka mengakui kerap menjual nama Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan Jaksa Agung ST Burhanuddin saat turun ke lapangan untuk menindak pelaku pelanggaran di sektor pangan, khususnya pihak-pihak yang menaikkan harga komoditas di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Amran menegaskan, langkah tersebut dilakukan semata-mata untuk memberi efek jera kepada pelaku yang merugikan petani dan masyarakat, terutama ketika terjadi permainan harga di pasar.
BACA JUGA:Mentan Amran Janji ke Prabowo Swasembada Jagung Tahun Ini
BACA JUGA:Mentan Amran Copot 192 Pejabat Demi Percepat Swasembada Pangan
BACA JUGA:Prabowo Beri Tanda Kehormatan ke Petani hingga Mentan karena Capaian Swasembada Beras
“Kita langsung cabut izinnya, begitu harga naik dari HET. Ini tersangka, terima kasih Pak Kapolri, Pak Jaksa Agung. Tahu Pak? Aku jual namanya Bapak sering di lapangan,” ujar Amran dalam Acara Panen Raya, di Cilebar, Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).
Ia mengaku secara jujur menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Kapolri dan Jaksa Agung atas tindakannya tersebut. Namun, Amran menegaskan bahwa langkah itu diambil demi kepentingan bangsa dan negara.
“Jujur, aku jual namanya Bapak. Tapi di depan Presiden, di depan Bapak, aku minta maaf. Daripada di akhirat nanti aku berdosa. Aku jual namanya Bapak bahwa ini harus ditindak, harus dicabut,” katanya.
Menurut Amran, ketegasan tersebut diperlukan karena sektor pertanian menyangkut hajat hidup sebagian besar rakyat Indonesia. Ia menekankan bahwa kebijakan dan pengawasan yang lemah akan berdampak langsung pada kesejahteraan petani.
“Ini demi Merah Putih, demi Indonesia, demi petani. Petani kita 160 juta, Bapak Presiden. Yang bergerak di sektor perdagangan itu 20 juta. Jadi 180 juta,” ungkapnya.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/05/05/294792947.jpg)
/2025/10/03/437355831.jpg)
/2025/09/18/1600673805.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5358185/original/003389000_1758600333-1.jpg)
/2025/09/24/895147874.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3233958/original/005284500_1599717943-20200910-Jakarta-Tarik-Rem-Darurat_-Ganjil-Genap-Ditiadakan-dan-Transportasi-Umum-Dibatasi-3.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3188318/original/047441700_1595493633-20200723-Usai-Cetak-Rekor_-Harga-Emas-Antam-Kembali-Turun-IQBAL-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4721215/original/050847100_1705711212-fotor-ai-2024012073921.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4805340/original/093907000_1713432001-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5308549/original/077636700_1754547877-Gemini_Generated_Image_3o91z63o91z63o91.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4844377/original/058934100_1716818807-960x0.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5455446/original/032733600_1766658212-430107f0-2428-4d0b-ad66-7bb4a8534c4f.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5388501/original/067806200_1761122181-WhatsApp_Image_2025-10-22_at_13.51.12_74519c08.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469008/original/019117100_1768042279-WhatsApp_Image_2026-01-10_at_15.42.30.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469026/original/075459500_1768042887-publikasi_1768039633_696224d1e361a.jpeg)