Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan sebanyak 1.819 produk Indonesia tetap mendapatkan fasilitas tarif 0% dalam skema kerja sama dagang dengan Amerika Serikat (AS). Menko Airlangga menjabarkan sejumlah produk tersebut.
Menurut Airlangga, kebijakan ini akan tetap berlaku saat skema Agreement on Reciprocal Trade (ART) resmi diberlakukan, setelah mendapat persetujuan dari otoritas masing-masing negara, termasuk parlemen Indonesia dan Kongres AS.
BACA JUGA:Tunggu Persetujuan Kongres dan DPR, Menko Airlangga Ungkap Update Perjanjian Tarif RI-AS
BACA JUGA:Soal Investigasi Dagang AS, Pemerintah Siapkan Konsultasi dengan Industri
BACA JUGA:Airlangga: Anggaran Program Unggulan Tidak Diubah Meski Ada Efisiensi
“Terhadap komoditas yang 1.819 yang sudah 0%, tetap 0%,” kata Airlangga dalam media gathering di Kantor Kemenko Perekonomian, dikutip Rabu (18/3/2026).
Ia menegaskan, skema ini berbeda dari kebijakan tarif umum sebelumnya yang sempat diberlakukan namun kemudian dibatalkan oleh Mahkamah Agung AS.
Dalam proses negosiasi, Indonesia sebenarnya sempat mendapatkan tawaran tarif lebih rendah dari 19%. Namun, kebijakan tersebut belum sempat diumumkan karena adanya perubahan arah kebijakan perdagangan di AS.
Selanjutnya, muncul kebijakan tarif sementara sebesar 15% yang berlaku hingga 150 hari. Setelah itu, tarif akan mengikuti hasil investigasi Section 301 yang saat ini masih berlangsung.
Airlangga menjelaskan, fasilitas tarif 0% tersebut mencakup berbagai komoditas strategis Indonesia, baik di sektor pertanian maupun industri.
Produk yang mendapat fasilitas ini antara lain minyak kelapa sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik, hingga komponen pesawat. Selain itu, produk tekstil dan apparel Indonesia juga tetap memperoleh tarif 0%.
/2025/09/05/1983514634.jpg)
/2025/03/04/2092239660.jpg)
/2021/02/09/652248560.jpg)
/2014/08/05/573778175.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5534109/original/049148600_1773810523-Menteri_Perumahan_dan_Kawasan_Permukiman__PKP__Maruarar_Sirait-18_Maret_2026b.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1423821/original/030379000_1480656294-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1443484/original/056382700_1482397441-20161222-BRI-Siapkan-Uang-Rp-17-Triliun-untuk-Transaksi-Tahun-Baru-dan-Natal-Jakarta-AY1.jpg)






:strip_icc()/kly-media-production/medias/3545719/original/087868100_1629425274-059440700_1560940276-20190619-Rupiah-Menguat-di-Level-Rp14.264-per-Dolar-AS1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5453610/original/007869400_1766482737-1a2f8c2a-8c24-4682-9524-a65d9f0750e8.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5533664/original/040176700_1773755481-Chief_Technology_Officer_Danantara_Indonesia__Sigit_Puji_Santosa-17_Maret_2026.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5533697/original/078616900_1773760429-1f3912ca-7653-45df-a7ab-d64716c225a3.jpeg)