Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meyakini bisa meredam pelemahan nilai tukar rupiah atau kurs rupiah terhadap dolar AS dalam jangka waktu singkat. Ia mengaku tahu betul kenapa rupiah terus mengalami tekanan saat ini.Â
Hanya saja, ia tidak mau terlalu melangkah lebih jauh dalam penanganan rupiah. Sebab menurut dia, itu jadi kewenangan Bank Indonesia (BI).Â
BACA JUGA:IHSG Hari Ini 20 Januari 2026 Menguat Terbatas saat Bursa Asia Lesu
BACA JUGA:Nilai Tukar Rupiah Melemah, Simak Ragam Hoaks Seputar Uang yang Sempat Beredar di Medsos
BACA JUGA:Pengamat: Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Tak Terkait Pencalonan Thomas Djiwandono di BI
Kalau saya tahu betul alasannya kenapa, cara memperbaikinya dua hari semalam dua malam selesai itu. Tapi saya bukan bank sentral, ujar Purbaya saat ditemui di sekitar Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Coba tanya mereka, karena saya enggak bisa intervensi untuk kebijakan nilai tukar, itu otoritas bank sentral, dia menegaskan.Â
Menurut dia, pelemahan rupiah saat ini terbilang masih rendah secara tahunan, di kisaran 2-3 persen. Purbaya pun mengklaim hal itu masih bisa dikendalikan. Terlebih ia menyebut pelaku pasar percaya bahwa fondasi ekonomi Indonesia saat ini sudah kuat.Â
Yang penting adalah fondasi ekonomi kita arahnya berlawanan dengan nilai tukar pada saat ini. Jadi fondasi ekonomi membaik terus, sementara nilai tukar agak melemah, mungkin sebagian orang takut. Tapi saya pikir sih kalau dari market kelihatan sekali kan? Mereka percaya fondasi ekonomi kita baik, tuturnya.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/10/03/437355831.jpg)
/2025/09/18/1600673805.jpg)
/2025/04/21/1234404100.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3144625/original/098363800_1591334410-Foto_01.jpg)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5478542/original/081489700_1768904175-Menko_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-20_Januari_2026.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4239448/original/020816200_1669364099-WhatsApp_Image_2022-11-24_at_19.44.16.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/2393928/original/011471200_1540635257-OJK.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2890385/original/036007700_1566535931-20190823-Harga-Emas-Antam-Turun-Rp-4.000-per-Gram5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5386099/original/078137900_1760954214-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477485/original/096998400_1768827237-Direktur_Utama_InJourney__Maya_Watono-19_Januari_2026b.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5129181/original/073224100_1739277124-20250211-Menteri_ATR_BPN-ANG_3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4848901/original/076050200_1717138481-IMG20240531104427.jpg)