Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap Kementerian/Lembaga hingga pemerintah daerah (pemda) yang lambat membelanjakan anggaran-nya. Dia mengancam akan membekukan anggaran jika belanjanya masih belum optimal.
Dia melihat kondisi itu telah terjadi selama puluhan tahun. Purbaya mengaku tak mengetahui alasan kenapa kementerian hingga pemda lamban menggunakan dananya.
BACA JUGA:Sinyal Keras Menkeu Purbaya: Siapkan Layer Baru Cukai Rokok, Hantam Pengusaha Membandel!
BACA JUGA:Purbaya Datangi Kejaksaan Agung, Ada Apa?
BACA JUGA:Menkeu Purbaya Bakal Sikat Perusahaan Baja China Tak Bayar Pajak
BACA JUGA:Rupiah Tembus Rp 16.800, Menkeu Purbaya Pede Menguat 2 Pekan Lagi
BACA JUGA:Kantor Pusat DJP Digeledah KPK, Menkeu Purbaya: Mungkin Ada Pelanggarnya
Saya enggak tahu itu apa yang terjadi sebetulnya itu sudah terjadi puluhan tahun seperti itu, Kementerian Lembaga enggak bisa membelanjakan uangnya tepat waktu, ungkap Purbaya saat acara Semangat Awal Tahun 2026, di Menara Global, Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Kondisi tersebut mendorong pemerintahan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membuat Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4). Hal serupa dijalankan oleh Presiden ke-7, Joko Widodo (Jokowi). Namun, belum ada evaluasi serupa di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Purbaya tak memandang pusing hal tersebut. Kontrol anggaran bisa dijalankannya sebagai Bendahara Negara. Dia pun membekukan anggaran Kementerian hingga Pemda yang tak segera digunakan.
Tapi enggak apa-apa kalau enggak ada yang jalankan itu ya saya jalankan dari tempat saya, saya lebih berkuasa lagi, kalau mereka enggak belanjain, gua potong aja anggarannya, bukan dipotong, saya kan stop, saya enggak kirim aja biar mereka teriak-teriak. Tapi tujuannya satu, biar mereka belanja tepat waktu, tepat sasaran dan enggak bocor, beber dia.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/06/24/1049013018.jpg)
/2025/10/18/1934219793.jpg)
/2025/10/16/1002072152.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5458885/original/088347300_1767101786-WhatsApp_Image_2025-12-30_at_20.15.05.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2393928/original/011471200_1540635257-OJK.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1043408/original/005104300_1446622303-20151104-OJK-AY-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3352148/original/064037100_1610959707-20210118-Emas-Antam-2.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473444/original/093171500_1768444417-44a3ad63-d813-440f-a37c-9ee4f21630c1.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473447/original/050483400_1768444830-f770dbf6-e7c5-46cf-b34d-296dfabb0b0f.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1641383/original/035848000_1499335807-20170706-IHSG-Berakhir-Bertahan-di-Zona-Hijau-Angga-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5271674/original/014395900_1751517910-Screenshot_20250703_101941_YouTube.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473233/original/098315500_1768392965-Bea_Cukai_dan_Polri_ungkap_upaya_penyelundupan_narkotika_melalui_barang_kiriman_internasional.jpeg)