Jakarta – Jumat, 30 Januari 2026, menjadi hari yang kelam bagi industri pasar modal Indonesia. Bukan catatan prestasi yang tercipta, melainkan rangkaian peristiwa yang mengguncang kepercayaan publik.
Sekitar pukul 09.00 WIB, tak lama setelah perdagangan saham dibuka, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman secara mengejutkan mengumumkan pengunduran diri di hadapan wartawan. Pernyataan tersebut langsung memicu kehebohan di kalangan pelaku pasar dan media.
BACA JUGA:OJK Masih Kaji Status Syariah Aset Kripto, Libatkan DSN hingga MUI
BACA JUGA:Free Float Belum 15%, Unilever Siap Patuhi Aturan Baru OJK dan BEI
BACA JUGA:OJK Dorong Literasi Pembiayaan Hijau UMKM Guna Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan
Keriuhan belum mereda ketika pada Jumat sore, sekitar pukul 18.00 WIB, tiga pejabat tinggi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menyatakan mundur dari jabatannya. Mereka adalah Ketua OJK Mahendra Siregar, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi, serta Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK I. B. Aditya Jayaantara.
Belum berhenti sampai di situ, pada malam harinya Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara turut menyampaikan pengunduran diri. Mundurnya para pejabat kunci otoritas pasar modal ini dilakukan secara beruntun dalam satu hari.
Langkah mundur berjamaah tersebut disebut sebagai bentuk tanggung jawab atas kondisi pasar modal yang sedang tidak baik-baik saja. Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara perdagangan saham pada Rabu, 28 Januari 2026, akibat penurunan tajam indeks. Penghentian perdagangan kembali dilakukan pada Kamis, 29 Januari 2026.
Pemicunya, pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang memutuskan membekukan sementara perubahan terkait indeks tertentu untuk saham-saham Indonesia.
/2025/12/08/659294977.jpg)
/2024/09/05/1181790103.jpg)
/2025/10/01/1177083743.jpg)
/2015/04/28/458714412.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5500485/original/038436600_1770867612-Menko_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-12_Februari_2026.jpeg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/2835792/original/038785100_1561357842-FOTO_0001.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5182572/original/043086700_1744095807-20250408-ASN_Pemprov_DK_Jakarta-HER_9.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5500395/original/031439800_1770863987-IMG_9906.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3337093/original/010245400_1609328702-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473893/original/049823100_1768461020-1500_x_845.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5496433/original/011805000_1770535416-9d276887-a3b4-4679-a2c8-cbdbdbf50a52.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4721215/original/050847100_1705711212-fotor-ai-2024012073921.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369941/original/055657900_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5499484/original/079695700_1770787736-IMG_1308.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3258331/original/091172300_1601894551-20201005-Kemiskinan-DKI-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1639535/original/088370600_1499173244-asdwdefcgf.jpg)