Jakarta – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menilai jalur pelayaran di Selat Hormuz tidak akan ditutup secara permanen meskipun konflik di Timur Tengah masih berlangsung.
Dalam laporan kepada Presiden, Luhut menyampaikan situasi keamanan di kawasan Teluk masih sangat dinamis seiring meningkatnya intensitas operasi militer yang melibatkan Amerika Serikat dan sekutunya terhadap Iran.
BACA JUGA:Luhut: Lalu Lintas Kapal di Selat Hormuz Mulai Membaik, tapi Biaya Asuransi Masih Tinggi
BACA JUGA:Luhut di Hadapan Prabowo: Iran Itu Bangsa Arya, Tak Mudah Ditaklukkan
BACA JUGA:Luhut: Jika China Kehilangan Minyak Iran, Ekonomi Dunia Bisa Terguncang
Ia menjelaskan berbagai serangan telah menyasar sistem komando militer Iran serta sejumlah fasilitas strategis lainnya. Namun di sisi lain, Iran juga terus mengembangkan berbagai teknologi pertahanan termasuk penggunaan drone.
Bapak Ibu sekalian kami juga ingin melaporkan, sistem komando Iran juga dilakukan pengeboman dan juga dari teman-teman di Amerika juga cerita bahwa mereka sekarang juga sedang menyiapkan serangan-serangan lebih efektif, targeted dengan menggunakan B-52 setelah mereka menggunakan B-52 jadi saya pikir situasinya masih fluktuatif, tapi sekali lagi seperti kami laporkan tadi, Iran juga punya kepentingan untuk mereka survive jadi, Hormuz itu tidak mungkin akan ditutup seterusnya,” ujarnya dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat (13/3/2026).
Menurut Luhut, pemerintah Indonesia terus mencermati perkembangan situasi di kawasan tersebut dan menyiapkan sejumlah skenario untuk mengantisipasi dampaknya terhadap ekonomi global maupun domestik.
Oleh karena itu kami datang dengan berbagai skenario dan kita lihat perkembangan dalam 1-2 minggu ke depan,” tuturnya.
Ia menambahkan dinamika konflik masih akan menentukan kondisi jalur perdagangan energi global dalam waktu dekat.
/2025/09/09/1154512313.jpg)
/2023/08/22/326576934.jpg)
/2024/10/27/1641934318.jpg)
/2026/01/14/1374241906.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5386212/original/089539400_1760960005-Presiden_Prabowo_Subianto_di_Sidang_Kabinet.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5386206/original/040754400_1760959734-PT_Central_Finansial_X__CFX_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5507913/original/033474700_1771558036-Prabowo_Trump_Tanda_Tangan.jpg)






:strip_icc()/kly-media-production/medias/2890385/original/036007700_1566535931-20190823-Harga-Emas-Antam-Turun-Rp-4.000-per-Gram5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013695/original/083702900_1651632388-000_329D9V2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5528396/original/032251600_1773283873-6eee7a33-b6f1-4584-b4fc-d02e5e477f14.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5529280/original/062761300_1773318836-WhatsApp_Image_2026-03-12_at_10.36.01.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4397366/original/016884800_1681642592-Angkutan_Mudik_Motor_Gratis_2023-TALLO_3.jpg)