Jakarta – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyatakan, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) alias Kopdes Merah Putih siap memberikan pinjaman dengan bunga rendah 6 persen per tahun. Sehingga masyarakat bisa terhindar dari praktik rentenir hingga pinjaman online (pinjol) ilegal.
Komitmen tersebut ditekankan usai Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa Kopdes Merah Putih siap menawarkan akses kredit murah dengan bunga 6 persen per tahun.
BACA JUGA:Pembangunan 3.135 Koperasi Desa Merah Putih Tuntas 100%, Siap Beroperasi
BACA JUGA:Menkop Tak Mau Koperasi Hanya Jalankan Simpan-Pinjam
BACA JUGA:Kemenkop Bantah Konflik Lahan di NTT Terkait Pembangunan Kopdes Merah Putih
Itu adalah untuk menjadikan alternatif bagi masyarakat, supaya masyarakat tidak terjebak kepada praktek rentenir pinjaman online dan lain sebagainya, kata Menkop di kantornya, Jakarta, Senin (30/3/2026).
Menkop mengutarakan, pinjaman berbunga rendah itu nantinya bakal disalurkan oleh lembaga keuangan ultra mikro yang bernaung di bawah bendera Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Kalau itu kan nanti di setiap Koperasi Desa itu ada lembaga keuangan mikronya. Kita tentu nanti akan lihat seberapa banyak, seberapa yang dibutuhkan di desa tersebut yang perlu pembiayaan keuangan mikronya, ungkapnya.
Di samping penyaluran biaya, Kementerian Koperasi hendak menjadikan Kopdes Merah Putih sebagai penyalur barang kebutuhan sehari-hari bagi masyarakat dengan harga lebih rendah. Juga untuk menyerap hasil produksi dari masyarakat desa.
Hari ini kami di Kementerian Koperasi akan melaksanakan rapat pimpinan untuk fokus juga membahas, salah satunya yang terpenting adalah menjadikan Koperasi Desa ini sebagai offtaker atau menyerap hasil produk masyarakat desa, kata Menkop.
/2024/01/10/1175600077.jpg)
/2026/01/14/1753234005.jpg)
/2025/12/29/511986178.jpg)
/2016/10/07/1683647833.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5541125/original/024837600_1774852869-Menteri_Perhubungan__Menhub__Dudy_Purwagandhi-30_Maret_2026b.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5541636/original/081632100_1774874847-3301f0a8-f092-4641-84d6-9914f33c0643.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532293/original/061990200_1628161552-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4156439/original/081310900_1663062668-Emas3.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3337099/original/045821000_1609328706-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-8.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4721216/original/051913900_1705711229-fotor-ai-2024012073928.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172729/original/052282800_1594117386-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4226120/original/052852800_1668423876-Mark_Cuban_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975040/original/077790600_1648205648-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5383000/original/098357600_1760612392-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)