Bangkok – Ant International mencatat lebih dari 2 miliar transaksi lintas negara secara digital pada 2025. Dengan mengandalkan pembayaran digital berbasis AI, perusahaan sukses memperluas pasarnya di negara berkembang, utamanya yang berada di Asia Tenggara, Asia Selatan, Timur Tengah, dan Amerika Latin.
Presiden Ant International Douglas Feagin mengatakan, pihaknya berfokus pada peningkatan akses ke pembayaran, kredit, perbankan digital, dan konektivitas lintas negara di ekonomi digital yang berkembang pesat. Saat ini perusahaan melayani lebih dari 150 juta pedagang di seluruh dunia, 90 persen di antaranya merupakan UMKM.
BACA JUGA:Ant International dan HSBC Genjot Uji Coba Transfer Tokenisasi Lintas Batas
Di pasar negara berkembang yang tumbuh paling cepat di dunia, adopsi AI dan teknologi baru lainnya yang nyata, tepercaya, dan terukur dapat membuka peluang pertumbuhan yang sepenuhnya baru bagi bisnis besar dan kecil, kata Douglas dalam sesi bincang bersama media secara daring di Bangkok, Thailand, dikutip Rabu (14/1/2026).
Saatnya bagi para inovator fintech untuk mengubah akses menjadi momentum pertumbuhan nyata. Kami akan bekerja lebih keras lagi untuk menghadirkan solusi pembayaran digital, pembiayaan, perdagangan, dan lintas negara berbasis AI dengan biaya yang semakin rendah, serta perlindungan yang semakin kuat, serunya.
Adapun teknologi Finance meets AI (FinAI) kini jadi fokus utama perusahaan. Semisal dengan menghadirkan model AI Falcon Time-Series Transformer (TST), yang meningkatkan manajemen risiko FX AirAsia dan mengurangi biaya hedging hingga 40 persen.
Selain berinvestasi pada inovasi fintech, Ant International juga fokus mendukung adopsi AI dalam perdagangan untuk membantu pedagang mencapai hasil yang terukur.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/06/24/1049013018.jpg)
/2025/10/18/1934219793.jpg)
/2025/10/16/1002072152.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5342397/original/091936400_1757391198-IMG_6186.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5384102/original/046932800_1760754888-WhatsApp_Image_2025-10-17_at_15.32.31.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5467323/original/090605000_1767872284-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4269838/original/098490100_1671710597-BKI_2.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473822/original/065431000_1768458776-WhatsApp_Image_2026-01-14_at_13.38.59.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975034/original/086610900_1648205536-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1071004/original/007517600_1448870952-20151130-Harga-Emas-Kembali-Buyback-AY1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3352150/original/028984100_1610959709-20210118-Emas-Antam-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4028800/original/015596800_1653046835-FOTO.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474426/original/055933800_1768476656-Ketua_Umum_Kadin_Indonesia__Anindya_Novyan_Bakrie-15_Januari_2026-b.jpg)