Jakarta – PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter mencatatkan total volume pengguna KRL Commuter Line sebanyak 400,99 juta orang secara nasional sepanjang 2025. Angka pengguna KRL ini menunjukkan peningkatan sebesar 7,08 persen dibandingkan capaian 2024 yang tercatat sebanyak 374,48 juta orang.
Direktur Utama KAI Commuter, Purnomo Sidi, memaparkan, pertumbuhan volume pengguna terjadi di seluruh area layanan. Di Jabodetabek, berdasarkan data yang dibukukan volume pengguna mencapai 349,31 juta orang. Untuk Area 1 Merak melayani 4,46 juta orang, dan 2,34 juta orang untuk pengguna Commuter Line Basoetta.
BACA JUGA:Info Banjir Jakarta: KRL Masih Terganggu Imbas Genangan di Lintas Angke-Kampung Bandan
BACA JUGA:Ada 54 Kecelakaan Perlintasan Sebidang di Jabodetabek, Ini Imbauan KAI Commuter
BACA JUGA:Penumpang KRL Jabodetabek Tembus 15 Juta di Nataru, Stasiun Ini Jadi Favorit
BACA JUGA:KRL Jabodetabek Angkut 724 Ribu Pengguna saat Hari H Natal 2025
Sedangkan di Area II Bandung, data menyebutkan sebanyak 18,72 juta orang, Wilayah VI Yogyakarta mencatat 10,13 juta orang, dan Wilayah VIII Surabaya di angka 16,01 juta orang.
Tahun 2025 menjadi momentum penguatan konektivitas. Kami mengoperasikan total 1.294 perjalanan setiap harinya untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap lancar, ujar Purnomo dalam keterangan tertulis, Selasa (27/1/2026).
Rincian perjalanan tersebut mencakup 1.065 perjalanan di Jabodetabek, 14 perjalanan di Area Merak, dan 70 perjalanan di Commuter Line Basoetta. Untuk Area II Bandung sendiri mengoperasikan 58 perjalanan, Area VI Yogyakarta dengan 37 perjalanan, dan 50 perjalanan di Area VIII Surabaya.
Ketepatan Waktu 98-99 Persen
KAI Commuter juga membukukan tingkat ketepatan waktu, atau On Time Performance (OTP) yang konsisten di 2025. Yakni di angka 99,3 persen untuk ketepatan keberangkatan, dan 98,8 persen untuk ketepatan kedatangan.
Khusus di Jabodetabek, KAI Commuter mencatatkan Bogor Line menjadi rute tertinggi dalam mobilisasi sebanyak 153,53 juta orang. Disusul oleh Cikarang Line dengan total 85,93 juta orang.
Sementara Stasiun Manggarai menjadi stasiun transit terpadat dengan total pengguna 57,51 juta orang, diikuti Stasiun Tanah Abang sebanyak 44,06 juta orang.
/2025/12/10/1747689395.jpg)
/2025/03/26/628035943.jpg)
/2025/12/10/1303692123.jpg)
/2025/07/30/1254172265.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5485307/original/013675200_1769502428-Direktur_Jenderal_Pengelolaan_Kelautan_KKP__Koswara.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3457615/original/088329700_1621231850-FOTO_001.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5486233/original/062057000_1769580738-Bakti_GoTo_untuk_Negeri_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5330454/original/029687200_1756361195-IMG_1809.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472366/original/098607300_1768363991-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-14_Januari_2026.jpg)



