Jakarta – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyoroti berbagai risiko keselamatan pada kendaraan listrik yang mulai banyak digunakan di Indonesia. Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menjelaskan, dalam salah satu kasus yang diinvestigasi KNKT, tidak terjadi kebakaran, tetapi muncul asap tebal akibat korsleting listrik.
Berdasarkan hasil investigasi, korsleting tersebut disebabkan oleh sistem wiring yang bergesekan dengan bodi kendaraan hingga lapisan kabel terkelupas dan memicu arus pendek.
BACA JUGA:Investigasi Kecelakaan Pesawat ATR: KNKT Amankan 171 Jam Data Penerbangan
BACA JUGA:3 Kecelakaan Penerbangan Ini jadi Sorotan KNKT
BACA JUGA:8 Kecelakaan Pelayaran Sepanjang 2025, Mayoritas Kapal Tenggelam
Kami menemukan adanya kabel yang bergesekan dengan badan kendaraan. Lama-lama kabel itu terkelupas dan terjadi arus pendek. Itu yang menyebabkan munculnya asap tebal, ujar dia saat konferensi pers, di KNKT, Rabu (28/1/2026).
Soerjanto menambahkan, KNKT telah mengeluarkan rekomendasi penting terkait kesiapan tim tanggap darurat, baik di jalan tol maupun di wilayah perkotaan. Menurut dia, kompetensi petugas saat ini masih perlu ditingkatkan agar mampu menangani insiden kendaraan listrik secara aman.
Kami merekomendasikan agar tim tanggap darurat memiliki kompetensi khusus dan peralatan pelindung yang memang dedicated untuk menangani kendaraan listrik. Saat ini, kompetensi tersebut belum sepenuhnya di-upgrade,” kata dia.
Selain itu, KNKT juga meminta setiap produsen atau pabrikan kendaraan listrik untuk memberikan panduan tanggap darurat yang jelas. Panduan tersebut perlu disertakan dalam buku manual kendaraan dan juga disampaikan kepada pemerintah serta pihak terkait.
Ketika terjadi kecelakaan, kabel-kabel kendaraan listrik bisa terbuka dan membahayakan penumpang maupun petugas penolong. Karena itu, guidance tanggap darurat harus jelas dan mudah dipahami,” ujar Soerjanto.
/2023/11/14/265599980.jpg)
/2023/02/06/1670990717.jpg)
/2025/09/02/1934936574.jpg)
/2025/12/08/659294977.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482642/original/059638000_1769235597-1.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3457615/original/088329700_1621231850-FOTO_001.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5486233/original/062057000_1769580738-Bakti_GoTo_untuk_Negeri_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5330454/original/029687200_1756361195-IMG_1809.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472366/original/098607300_1768363991-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-14_Januari_2026.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5486677/original/085045300_1769595276-WhatsApp_Image_2026-01-28_at_16.13.24.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5486550/original/072648900_1769590191-Deputi_Gubernur_Bank_Indonesia_terpilih_Thomas_Djiwandono-_28_Januari_2026a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5129438/original/034681000_1739288405-BI_10.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5484915/original/056960900_1769488796-WhatsApp_Image_2026-01-27_at_10.56.47.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4477896/original/072602400_1687478218-Miliarder_atau_Orang_Terkaya_Dunia.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4881569/original/094570800_1719967258-fotor-ai-2024070373820.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5485687/original/071253500_1769524080-1756f35c-ee91-4c96-861f-adbd26f34d5c.jpeg)