Jakarta – Deputi Gubernur Bank Indonesia terpilih, Thomas Djiwandono, menegaskan bahwa keputusannya mundur dari keanggotaan Partai Gerindra pada Desember 2025 tidak pernah dibicarakan dengan Presiden.
Keponakan Presiden Prabowo ini mengatakan bahwa tidak pernah ada pembahasan apa pun antara dirinya dan Presiden terkait pengunduran diri dari Partai Gerindra.
BACA JUGA:Tak Ada Plh Wamenkeu, Purbaya Perkirakan Pelantikan Pengganti Thomas Djiwandono Februari
BACA JUGA:Jadi Deputi Gubernur BI, Thomas Djiwandono Pastikan Independensi Bank Sentral Tetap Terjaga
BACA JUGA:Thomas Djiwandono Bantah Isu Dipersiapkan jadi Gubernur BI
Menurutnya, anggapan bahwa keputusan tersebut berkaitan dengan momentum pemilihan Deputi Gubernur Bank Indonesia adalah interpretasi yang berlebihan.
Saya jelaskan tidak ada pembahasan saya dan Presiden mengenai ini tidak ada. Kalau mau dilihat itu pas-pasan saya bisa logikanya sama aja dong kenapa gak dilihat dari apa pas saya mundur dari bendara umum (Partai Gerindra) logikanya kalau gitu udah lama dong kan kira-kira kan seperti itu atau kenapa gak sehari apa ya gitu, kata Thomas dalam Media Brieding di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Ia menjelaskan, jika memang pengunduran diri itu dikaitkan dengan posisi tertentu, maka logika tersebut seharusnya sudah muncul sejak dirinya mundur dari jabatan bendahara umum partai. Namun kenyataannya, hal itu tidak terjadi, sehingga menurutnya tidak ada dasar kuat untuk mengaitkan berbagai peristiwa tersebut.
Thomas menyebut keputusan mundur pada 31 Desember 2025 juga bersifat personal. Ia menggambarkan momen tersebut sebagai akhir tahun yang menjadi titik refleksi pribadi, tanpa perhitungan atau agenda politik tertentu di baliknya.
Saya mengundurkan diri tanggal 31 Desember 2025 karena ya terserah saya gak kepikiran saya cuma saat itu ya udahlah tahun ada tahun baru ya apa ini udahlah saya mau mundur. Nah, silahkan Anda terima itu tidak gitu loh interpretasinya seperti apa, ujarnya.
/2023/11/14/265599980.jpg)
/2023/02/06/1670990717.jpg)
/2025/09/02/1934936574.jpg)
/2025/12/08/659294977.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5486233/original/062057000_1769580738-Bakti_GoTo_untuk_Negeri_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3457615/original/088329700_1621231850-FOTO_001.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5330454/original/029687200_1756361195-IMG_1809.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472366/original/098607300_1768363991-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-14_Januari_2026.jpg)
/2025/11/09/1135046162.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5486677/original/085045300_1769595276-WhatsApp_Image_2026-01-28_at_16.13.24.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5486550/original/072648900_1769590191-Deputi_Gubernur_Bank_Indonesia_terpilih_Thomas_Djiwandono-_28_Januari_2026a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5129438/original/034681000_1739288405-BI_10.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5484915/original/056960900_1769488796-WhatsApp_Image_2026-01-27_at_10.56.47.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4477896/original/072602400_1687478218-Miliarder_atau_Orang_Terkaya_Dunia.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4881569/original/094570800_1719967258-fotor-ai-2024070373820.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5485687/original/071253500_1769524080-1756f35c-ee91-4c96-861f-adbd26f34d5c.jpeg)