Jakarta – Pengamat Ekonomi Achmad Tjachja Nugraha, menilai pidato Presiden Prabowo Subianto di World Economic Forum (WEF) 2026 sebagai penegasan arah baru kepemimpinan Indonesia yang menempatkan stabilitas, keadilan hukum, dan pembangunan manusia sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurut dia, penekanan Prabowo pada perdamaian dan stabilitas sebagai prasyarat kemakmuran mencerminkan kesadaran historis dan geopolitik yang matang.
BACA JUGA:BI Optimistis Nilai Tukar Rupiah Stabil terhadap Dolar AS, Ini Penopangnya
BACA JUGA:Indonesia Bakal Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi 6% pada 2026
BACA JUGA:To Lam Terpilih Kembali sebagai Sekjen Partai Komunis, Vietnam Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 10 Persen
“Dalam konteks global yang penuh konflik dan ketidakpastian, pesan Indonesia yang memilih persatuan, kolaborasi, dan perdamaian menjadi sangat relevan dan kredibel,” ujarnya, Minggu (25/1/2026).
Ia menilai klaim Indonesia sebagai global bright spot bukan sekadar retorika diplomatik, melainkan didukung indikator makroekonomi yang konsisten, seperti pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen, inflasi rendah, dan defisit fiskal yang terkendali.
“Yang menarik, Presiden menekankan bahwa pengakuan internasional lahir dari bukti, bukan optimisme kosong. Ini penting untuk membangun kepercayaan jangka panjang,” kata Achmad.
Terkait pembentukan Danantara Indonesia, Achmad memandangnya sebagai langkah strategis untuk mengonsolidasikan peran negara dalam pengelolaan modal nasional.
Namun, ia mengingatkan bahwa kekuatan utama sovereign wealth fund bukan hanya pada besaran aset, melainkan pada integritas tata kelola, transparansi, dan pengawasan publik.
“Jika prinsip good governance dijaga, Danantara berpotensi menjadi instrumen kedaulatan ekonomi, bukan sekadar lembaga investasi,” tegasnya.
Achmad juga menyoroti keberanian Presiden dalam menyampaikan agenda penegakan hukum dan pemberantasan korupsi secara terbuka di forum global.
/2023/11/14/265599980.jpg)
/2023/02/06/1670990717.jpg)
/2025/09/02/1934936574.jpg)
/2025/12/08/659294977.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472850/original/077010600_1768378156-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-14_Januari_2026-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3457615/original/088329700_1621231850-FOTO_001.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5486233/original/062057000_1769580738-Bakti_GoTo_untuk_Negeri_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5330454/original/029687200_1756361195-IMG_1809.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472366/original/098607300_1768363991-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-14_Januari_2026.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5486677/original/085045300_1769595276-WhatsApp_Image_2026-01-28_at_16.13.24.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5486550/original/072648900_1769590191-Deputi_Gubernur_Bank_Indonesia_terpilih_Thomas_Djiwandono-_28_Januari_2026a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5129438/original/034681000_1739288405-BI_10.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5484915/original/056960900_1769488796-WhatsApp_Image_2026-01-27_at_10.56.47.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4477896/original/072602400_1687478218-Miliarder_atau_Orang_Terkaya_Dunia.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4881569/original/094570800_1719967258-fotor-ai-2024070373820.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5485687/original/071253500_1769524080-1756f35c-ee91-4c96-861f-adbd26f34d5c.jpeg)