Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan tekanan inflasi yang terjadi pada awal 2026 hanya bersifat sementara dan diperkirakan kembali normal pada Maret mendatang. Pernyataan ini disampaikan menyusul rilis data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat inflasi Januari 2026 sebesar 3,55 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Angka tersebut sedikit berada di atas sasaran inflasi Bank Indonesia (BI) yang ditetapkan pada kisaran 2,5 persen dengan toleransi plus minus 1 persen. Meski demikian, pemerintah menilai kondisi tersebut masih terkendali.
BACA JUGA:Cegah Saham Gorengan, Purbaya Bakal Naikan Batas Investasi Asuransi di Indeks LQ45
BACA JUGA:Kemenkeu dan Purbaya Jadi Sasaran Hoaks, Simak Daftarnya
BACA JUGA:Tak Bayar Utang Pajak, Siap-siap Akses Layanan Publik dan Badan Hukum Diblokir!
“Meskipun sedikit di atas sasaran, tekanan inflasi ini bersifat temporer dan akan mengalami normalisasi pada Maret mendatang,” kata Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, Febrio Kacaribu, dikutip dari Antara, Senin (2/2/2026).
Inflasi Januari 2026 tercatat lebih tinggi dibandingkan Desember 2025 yang berada di level 2,92 persen (yoy). Kenaikan tersebut terutama dipengaruhi oleh efek basis rendah pada awal tahun sebelumnya, seiring adanya kebijakan diskon tarif listrik.
Kondisi ini tercermin dari lonjakan inflasi pada kelompok harga yang diatur pemerintah (administered price), yang meningkat signifikan dari 1,93 persen menjadi 9,71 persen (yoy).
/2017/04/27/313583694.jpg)
/2025/12/11/1752474654.jpg)
/2019/07/01/1516431989.jpg)
/2025/12/12/590783714.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369943/original/032417700_1476098428-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5198172/original/061456600_1745500065-56e1a315-d25b-47fb-abe6-e936eafd527a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532289/original/028365400_1628161488-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3352151/original/051235700_1610959710-20210118-Emas-Antam-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5491877/original/086302700_1770109168-WhatsApp_Image_2026-02-03_at_11.55.47__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2833304/original/055774200_1561020095-20190619-BI-Tahan-Suku-Bunga-Acuan-6-Persen6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5490979/original/053391900_1770037175-Direktorat_Jenderal_Perkeretaapian__DJKA__Kementerian_Perhubungan_mengecek_kesiapan_LRT_Jabodebek-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5490995/original/001390300_1770039523-IMG_0952.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1360914/original/098618500_1475232909-20160930--Bea-Cukai-Rilis-Temuan-Rokok-Ilegal-Jakarta--Faizal-Fanani-08.jpg)