Jakarta – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengungkapkan adanya penjajakan kerja sama konservasi antara pemerintah dan salah satu unit filantropi dari Grup Djarum. Fokus kerja sama tersebut adalah upaya penyelamatan macan tutul di kawasan Gunung Muria, Jawa Tengah.
“Kami sedang membuat sebuah proyek konservasi di Gunung Muria. Ada salah satu wing filantropi dari Grup Djarum yang ingin fokus menyelamatkan macan tutul,” ujar Raja Juli saat ditemui di Grand Heaven, Jumat (20/3/2026).
BACA JUGA:Sudah Ada Diskon, Kenapa Harga Tiket Pesawat Tetap Naik?
BACA JUGA:Mudik Lebaran 2026: Pergerakan Penumpang Tembus 7,7 Juta Orang hingga H-3
Ia menjelaskan, saat ini proyek tersebut masih dalam tahap studi awal, termasuk rencana pembentukan kawasan konservasi hutan sebagai habitat satwa tersebut.
Terkait kebijakan yang lebih luas, Raja Juli menyebut belum ada kerja sama spesifik dengan Grup Djarum dalam agenda transisi ekonomi hijau. Namun, ia mengakui perusahaan tersebut telah memiliki berbagai program tanggung jawab sosial (CSR), terutama dalam penanaman pohon di sejumlah wilayah, termasuk pesisir utara Pulau Jawa.
Sementara itu, rencana pembentukan kawasan konservasi macan tutul masih dalam proses pengajuan. Menurut Raja Juli, usulan tersebut berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan kini tengah dikaji oleh Kementerian Kehutanan.
“Pengajuannya dari Gubernur Jawa Tengah dan sedang berproses. Nanti akan dibentuk tim independen untuk menganalisis, melibatkan BRIN, Kementerian Lingkungan Hidup, Badan Karantina, dan pihak terkait lainnya,” jelasnya.
/2026/01/20/1078598350.jpg)
/2026/01/05/369835760.jpg)
/2026/01/20/1056040193.jpg)
/2024/01/07/512833856.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5504443/original/006400300_1771236518-WhatsApp_Image_2026-02-16_at_13.07.31__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5534694/original/030997000_1773884307-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4931803/original/003038800_1724943087-WhatsApp_Image_2024-08-29_at_12.27.10.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4946745/original/070587600_1726638796-9869342a-c57a-423d-9c65-10b442bfd9d5.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013697/original/070218700_1651632437-000_329D9UW.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4016981/original/055489100_1652075718-20220905-FOTO---ASN-PEMROV-DKI-JAKARTA-Herman-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5186928/original/035658900_1744629096-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2836176/original/077516600_1561369125-20190624-Emas-Antam-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369940/original/015660100_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5535413/original/068439700_1774002745-WhatsApp_Image_2026-03-20_at_17.30.27.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1363011/original/054355300_1475488357-20161003-Pasar-Tebet-Jakarta--Angga-Yuniar-03.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5532599/original/022364200_1773658824-7.jpg)