Jakarta – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan kawasan industri di Indonesia telah menjadi magnet utama investasi industri nasional, dengan total investasi yang berhasil ditarik mencapai Rp 6.744 triliun. Capaian tersebut didukung oleh pertumbuhan jumlah kawasan industri dan penguatan perannya dalam ekosistem industri nasional.
Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, hingga saat ini tercatat sebanyak 175 kawasan industri telah memiliki Izin Usaha Kawasan Industri (IUKI) dengan total luas mencapai 98.235 hektar.
BACA JUGA:Perusahaan Ritel Ini Ajukan Bangkrut, Amazon Beri Ultimatum
BACA JUGA:JMAS Bidik Pendapatan Kontribusi Rp 360 Miliar pada 2026
BACA JUGA:InJourney Bakal Kelola 106 Hotel BUMN Tahun Ini
Dalam lima tahun terakhir, jumlah kawasan industri tumbuh 57 kawasan atau meningkat sebesar 48,3 persen. Kawasan industri tersebut menaungi hampir 12.000 penyewa atau perusahaan industri dan mampu menyerap sekitar 2,4 juta tenaga kerja.
“Kawasan industri tidak lagi kami anggap semata-mata hanya sebagai penyedia lahan tetapi juga kawasan industri ditransformasikan menjadi ekosistem industri terpadu yang berperan sebagai akselerator industrialisasi peningkatan nilai tambah serta perluasan serapan kerja termasuk di dalamnya mendukung program hilirisasi industri nasional,” ujarnya dalam acara Pelantikan Dewan Pengurus Harian Himpunan Kawasan Industri (HKI) Periode 2025–2029, Selasa (20/1/2026).
Agus menegaskan, daya tarik investasi tersebut tidak terlepas dari transformasi peran kawasan industri yang kini tidak hanya berfungsi sebagai penyedia lahan.
Secara makro, kontribusi kawasan industri terhadap perekonomian nasional juga tercatat signifikan.
“Kawasan industri memberikan kontribusi terhadap PDB nasional sebesar 9,44% pada triwulan ketiga 2025 dan ini menunjukkan bahwa kawasan industri merupakan salah satu sumber pertumbuhan ekonomi nasional yang besar kontribusinya” kata Agus.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/10/03/437355831.jpg)
/2025/09/18/1600673805.jpg)
/2025/04/21/1234404100.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5452619/original/063632700_1766411191-Kepala_Departemen_Kebijakan_Makroprudensial_BI__Solikin_M._Juhro-4.jpeg)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5383000/original/098357600_1760612392-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5478542/original/081489700_1768904175-Menko_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-20_Januari_2026.png)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/2393928/original/011471200_1540635257-OJK.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2890385/original/036007700_1566535931-20190823-Harga-Emas-Antam-Turun-Rp-4.000-per-Gram5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5386099/original/078137900_1760954214-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477485/original/096998400_1768827237-Direktur_Utama_InJourney__Maya_Watono-19_Januari_2026b.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4239448/original/020816200_1669364099-WhatsApp_Image_2022-11-24_at_19.44.16.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5129181/original/073224100_1739277124-20250211-Menteri_ATR_BPN-ANG_3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4848901/original/076050200_1717138481-IMG20240531104427.jpg)