Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia melihat masih banyak kredit macet di UMKM. Salah satu dugaannya muncul imbas tidak seimbangnya permintaan dan pasokan (supply and demand).
Wakil Ketua Umum Bidang Analisis Kebijakan Makro-Mikro Ekonomi Kasin Indonesia, Aviliani menerangkan, ada kondisi tersembunyi dari UMKM yang disebut sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Dia mengaku cukup miris melihat kondisi UMKM nasional.
BACA JUGA:Kadin Usul Perjanjian Dagang Internasional Dievaluasi, Kenapa?
BACA JUGA:Kadin Khawatir Ekonomi Daerah Terganggu Dampak Pemotongan TKD
BACA JUGA:Pelemahan Rupiah Bikin Pengusaha Ketar-ketir
BACA JUGA:Bos Kadin: Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 5,4 Persen, Tapi Ada Syaratnya
Pelaku ekonomi yang kita lupakan adalah UMKM. Selalu dikatakan tulang punggung, tetapi kalau kita melihat kondisi UMKM kita sangat memilukan sebenarnya, ungkap Aviliani dalam Global & Domestic Economic Outlook 2026, di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Dia melihat masalah dalam KUR yang dinilai belum seimbang. Alhasil, masih banyak ditemukan kredit macet yang diakses oleh UMKM Tanah Air.
Kenapa? Memang dari sisi supply side ada KUR. Kur itu gede-gedean. Tapi dia nggak punya demand. Makanya kredit macetnya naik kalau kita lihat, ucap dia.
Aviliani lantas menyusun strategi agar Kadin Indonesia bisa berperan dalam meningkatkan kemampuan UMKM nasional. Misalnya melalui skema closed loop atau menyertakan UMKM dalam rantai pasok pengusaha swasta besar.
Jadi menggandeng UKM menjadi bagian supply chain. Sehingga mereka itu bisa naik kelas, pendapatan mereka juga naik, tuturnya.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/06/24/1049013018.jpg)
/2025/10/18/1934219793.jpg)
/2025/10/16/1002072152.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473091/original/035263700_1768386874-Chief_Executive_Officer__CEO__Badan_Pengelola_Investasi_Daya_Anagata_Nusantara__Danantara__Rosan_Roeslani-14_Januari_2026b.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2393928/original/011471200_1540635257-OJK.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1043408/original/005104300_1446622303-20151104-OJK-AY-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5384102/original/046932800_1760754888-WhatsApp_Image_2025-10-17_at_15.32.31.jpeg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473444/original/093171500_1768444417-44a3ad63-d813-440f-a37c-9ee4f21630c1.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473447/original/050483400_1768444830-f770dbf6-e7c5-46cf-b34d-296dfabb0b0f.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1641383/original/035848000_1499335807-20170706-IHSG-Berakhir-Bertahan-di-Zona-Hijau-Angga-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5271674/original/014395900_1751517910-Screenshot_20250703_101941_YouTube.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473233/original/098315500_1768392965-Bea_Cukai_dan_Polri_ungkap_upaya_penyelundupan_narkotika_melalui_barang_kiriman_internasional.jpeg)