Jakarta – Realisasi investasi sepanjang 2025 menunjukkan Jawa Barat masih menjadi daerah tujuan investasi terbesar di Indonesia. Provinsi ini secara konsisten menempati peringkat pertama dengan nilai investasi mencapai Rp 78,7 triliun, disusul DKI Jakarta sebesar Rp 66,8 triliun, kemudian Jawa Timur, Banten, serta Sulawesi Tengah yang masuk dalam lima besar nasional.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan dominasi Jawa Barat tidak terlepas dari kuatnya sektor manufaktur dan kawasan industri yang terus berkembang.
BACA JUGA:Bos Himpunan Kawasan Industri: Investasi Tumbuh, Lapangan Kerja Bakal Tercipta
BACA JUGA:Awal 2026 Membara, IHSG Cetak Rekor Baru Kapitalisasi BEI Capai Rp 16.512 Triliun
BACA JUGA:Bos Kadin Pede Target Investasi Rp 2.175 Triliun pada 2026 Tercapai, Ini Alasannya
“Secara konsisten memang Jawa Barat masih memegang posisi awal, pertama di Rp 78,7 triliun, kemudian dilanjutkan oleh DKI Jakarta Rp 66,8 triliun, Jawa Timur, Banten, dan yang menarik Sulawesi Tengah ini secara konsisten selalu masuk top five,” ujar Rosan di BKPM, Kamis (15/1/2026).
Menurutnya, masuknya Sulawesi Tengah dan Maluku Utara dalam jajaran daerah investasi terbesar membuktikan bahwa kebijakan hilirisasi berjalan secara berkelanjutan.
“Ini membuktikan bahwa hilirisasi kita terus berjalan secara berkesinambungan,” katanya.
Rosan menjelaskan, tingginya investasi di Jawa Barat didorong oleh konsentrasi industri manufaktur yang tersebar di sejumlah wilayah. Kawasan utara Jawa Barat seperti Karawang, Bekasi, Subang, dan Purwakarta menjadi pusat masuknya investasi karena banyaknya kawasan industri yang aktif beroperasi.
“Kalau kita lihat, manufaktur memang banyak di daerah utaranya Jawa Barat. Karawang, Bekasi, Subang, Purwakarta itu deretannya. Kawasan industri banyak sekali yang berjalan di situ,” jelas Rosan.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/06/24/1049013018.jpg)
/2025/10/18/1934219793.jpg)
/2025/10/16/1002072152.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5384102/original/046932800_1760754888-WhatsApp_Image_2025-10-17_at_15.32.31.jpeg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5467323/original/090605000_1767872284-2.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473822/original/065431000_1768458776-WhatsApp_Image_2026-01-14_at_13.38.59.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975034/original/086610900_1648205536-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1071004/original/007517600_1448870952-20151130-Harga-Emas-Kembali-Buyback-AY1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3352150/original/028984100_1610959709-20210118-Emas-Antam-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474426/original/055933800_1768476656-Ketua_Umum_Kadin_Indonesia__Anindya_Novyan_Bakrie-15_Januari_2026-b.jpg)