Jakarta – Perusahaan teknologi berbasis New York, Rilla, dikenal menerapkan jam kerja hingga 70 jam per minggu bagi karyawannya. Rilla mengembangkan sistem kecerdasan buatan (AI) untuk membantu perusahaan memantau aktivitas tenaga penjualan saat berada di luar kantor dan berinteraksi dengan klien.
Kebijakan tersebut membuat Rilla kerap dipandang sebagai representasi budaya kerja “996”, yakni pola kerja dari pukul 9 pagi hingga 9 malam selama enam hari dalam seminggu. Pola ini identik dengan etos kerja tinggi, ritme cepat, dan tekanan besar.
BACA JUGA:Bar di Jepang Tawarkan Konsultasi Karier bagi Pekerja yang Ingin Resign
BACA JUGA:Burnout Mengintai Pekerja Modern, Dimulai dari Hal yang Jarang Disadari
BACA JUGA:Apa Saja Manfaat Lomba Robotika bagi Siswa? Ini Dampaknya bagi Masa Depan
BACA JUGA:Perluas Peluang Kerja Disabilitas, Menaker: Sertifikasi Profesi Harus Inklusif
Bagi sebagian orang, jam kerja panjang tentu terasa melelahkan. Namun, menurut Kepala Pertumbuhan Rilla, Will Gao, sekitar 120 karyawan perusahaannya tidak menganggap hal tersebut sebagai beban.
“Kami mencari orang-orang seperti atlet Olimpiade, yang memiliki obsesi dan ambisi tanpa batas,” ujarnya.
Ia menambahkan, karyawan Rilla umumnya ingin melakukan hal-hal luar biasa dan menikmati prosesnya.
Meski demikian, Gao menegaskan tidak ada aturan kerja yang benar-benar kaku. Jika sedang mengembangkan ide penting, ia bisa bekerja hingga dini hari, lalu datang ke kantor lebih siang keesokan harinya.
Pendekatan ini, menurut laporan BBC (9/2/2026), semakin populer seiring pesatnya perkembangan industri AI global.
/2025/09/09/1154512313.jpg)
/2023/08/22/326576934.jpg)
/2024/10/27/1641934318.jpg)
/2026/01/14/1374241906.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5504425/original/071236700_1771235699-WhatsApp_Image_2026-02-16_at_16.06.23__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4905401/original/072467000_1722346240-IMG_0389__1_.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4908277/original/043617300_1722647014-PBRA1879.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5529004/original/022590700_1773302602-WhatsApp_Image_2026-03-12_at_15.00.02.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5529560/original/069840500_1773370657-BRI_Imlek.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5529575/original/069455900_1773372057-WhatsApp_Image_2026-03-13_at_09.28.40.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5529583/original/055065300_1773372270-WhatsApp_Image_2026-03-13_at_09.31.06.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5527100/original/091852400_1773180939-Presiden_Prabowo_Subianto__2_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3337099/original/045821000_1609328706-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-8.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5160378/original/069897800_1741795320-cacbe7cf-b221-491f-8ec9-d3ec31df7d43.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4983416/original/027398600_1730112255-fotor-ai-20241028174236.jpg)