Jakarta – Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengerahkan sarana kereta api penolong berupa lokomotif CC300 untuk menangani dampak banjir yang menggenangi sejumlah titik jalur kereta api di Pekalongan.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono menyampaikan, pihaknya terus melakukan penanganan serius terhadap gangguan operasional perjalanan kereta api akibat banjir yang terjadi di beberapa wilayah Jawa Tengah, khususnya pada petak Stasiun Pekalongan–Stasiun Sragi.
BACA JUGA:Kemenhub Buka Fakta Kondisi Medis Awak dan Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Gunung Bulusaraung
BACA JUGA:Kondisi Awak Pesawat ATR 42-500 Sehat Sebelum Hilang Kontak
BACA JUGA:Menhub Dudy Pastikan Pendampingan Penuh Pencarian Pesawat ATR 42-500
BACA JUGA:Pesawat ATR Hilang Kontak di Maros, Sempat Salah Jalur Sebelum Mendarat
Kami akan terus memastikan penanganan serius terhadap gangguan operasional perjalanan kereta api akibat banjir di sejumlah titik di Jawa Tengah yang berdampak pada jalur kereta api khususnya pada petak Stasiun Pekalongan – Stasiun Sragi ini,” ujar Allan di Jakarta, Senin (19/01/2026).
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan per Senin, 19 Januari 2026, genangan air masih terpantau di sejumlah titik, terutama di KM 88 hingga KM 89 pada petak Stasiun Pekalongan–Stasiun Sragi, meski kondisinya mulai berangsur surut. Kendati demikian, sebagai langkah pengamanan, pembatasan kecepatan kereta api tetap diberlakukan dengan kecepatan maksimal 30 km/jam di sisi hulu dan hilir guna menjamin keselamatan perjalanan.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Allan menjelaskan selain menurunkan KA Penolong, DJKA juga telah mengerahkan personel ke lokasi terdampak untuk melakukan mitigasi genangan, pemantauan intensif, serta evaluasi keselamatan lintasan. DJKA juga terus berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) dan pemerintah daerah agar layanan kereta api dapat kembali berjalan normal dan aman secepatnya.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/10/16/1002072152.jpg)
/2025/05/05/294792947.jpg)
/2025/10/03/437355831.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476654/original/053157300_1768793506-0e18ac03-b6d2-40b2-a038-fd366027f15c.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5383000/original/098357600_1760612392-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476934/original/027256100_1768803386-Badan_Pengatur_Hilir_Minyak_dan_Gas_Bumi__BPH_Migas_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5459590/original/009550100_1767166234-1000025196.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4347729/original/082024200_1678087558-20230306-Ekonomi-China-AP-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5353800/original/092561100_1758181754-AP25260701556257.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476381/original/049737700_1768738297-KAI_batalkan_sejumlah_perjalanan_kereta_penumpang_dan_barang_imbas_banjir-2.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5418026/original/021867400_1763561355-mobil_listrik.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4804767/original/068099800_1713407839-penumpang_di_bandara.jpg)