Jakarta – Proyek Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (Getaci) yang digadang-gadang menjadi jalan tol terpanjang di Indonesia hingga kini belum menunjukkan perkembangan signifikan. Proyek tol dengan panjang lebih dari 200 kilometer tersebut masih terkendala minimnya minat investor.
BACA JUGA:Kejati DKI Geruduk Kementerian PU Periksa Sejumlah Ruangan, Menteri Dody Beri Penjelasan
BACA JUGA:Cara Cek Lalu Lintas dan Kemacetan Lewat CCTV Tol, Pantau Perjalanan Mudik
BACA JUGA:Kementerian PU Percepat Pemulihan Konektivitas di Aceh, Akses Krueng Tingkeum Kembali Terhubung
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan rendahnya minat investor umumnya disebabkan oleh proyeksi lalu lintas kendaraan (trafik) yang dinilai kurang menarik secara finansial.
Biasanya kalau satu proyek yang kita tawarkan itu tidak banyak minatnya, ya biasanya karena trafiknya kurang, ujar Dody di Kementeria PU ditulis Sabtu (11/4/2026).
Ia menjelaskan, dalam proyek jalan tol, tingkat trafik menjadi faktor utama dalam menentukan kelayakan investasi. Jika trafik rendah, pemerintah biasanya memberikan dukungan pendanaan atau chip in untuk meningkatkan daya tarik proyek.
Namun, keterbatasan anggaran membuat opsi tersebut sulit dilakukan saat ini.
Kalau trafiknya kurang kan supaya tetap menarik kan pemerintah chip in. Dengan kemudian keterbatasan anggaran hari ini chip in-nya pemerintah akhirnya dipinggirkan, ujarnya.
Dalam catatan, proyek Tol Getaci telah masuk Proyek Strategis Nasional (PSN) sejak 2020, namun beberapa kali gagal lelang dan kini masih dalam tahap evaluasi untuk dilelang kembali.

/2026/02/14/83493240.jpg)
/2026/02/14/692664697.jpg)
/2018/09/27/32774489.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
/2024/11/02/85377258.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5552927/original/031736300_1775876159-4ef0c232-4b1e-4a0c-b06c-daa35534819d.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5497595/original/070518800_1770638545-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5547860/original/066933300_1775473871-dpr9.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3146805/original/023865600_1591608597-Foto_01.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4805340/original/093907000_1713432001-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3458470/original/028995200_1621321945-20210518-Harga-Emas-Antam-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5493433/original/072755900_1770214249-1000225263.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1650980/original/058211100_1500289004-20170717-Kinerja-Ekspor-dan-Impor-RI-Jeblok-Angga-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5551637/original/043590500_1775732047-Pedagang_di_Pasar_Senen-9_April_2026a.jpeg)