Jakarta – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat mekanisme pengadaan batu bara pada pembangkit listrik. Hal ini untuk menjaga ketahanan energi nasional yang menjadi salah satu pilar utama Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan mengatakan, PLN EPI berperan sebagai pelaksana pengadaan batu bara berdasarkan kebutuhan yang telah ditetapkan oleh PLN, PLN Indonesia Power (PLN IP), dan PLN Nusantara Power (PLN NP).
BACA JUGA:PLN Prediksi Beban Puncak Listrik Sentuh 35.017 MW saat Lebaran 2026
BACA JUGA:Pasokan Listrik Indonesia Bakal Bertambah 30,2 MW, Ini Sumbernya
Untuk mewujudkan peran tersebut, PLN EPI pun memperkuat koordinasi pengadaan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) guna menjaga keandalan pasokan listrik nasional. Langkah ini dilakukan melalui mekanisme rapat penjadwalan bulanan yang melibatkan PLTU serta pemasok batubara terkait.
“PLN EPI berfungsi sebagai pelaksana pengadaan berdasarkan kuasa dari PLN, PLN IP, dan PLN NP untuk memenuhi kebutuhan yang telah dihitung dan ditetapkan oleh PLN, PLN IP, dan PLN NP sebagai pengelola PLTU terkait” kata Mamit, Rabu (18/3/2026).
Dalam pelaksanaannya, PLN EPI memastikan koordinasi logistik pengadaan batu bara berjalan melalui mekanisme rapat bersama antara PLN, PLN IP, PLN NP, serta pemasok batubara.
Mamit menjelaskan bahwa pengaturan tujuan pengiriman batu bara dari tambang ke unit PLTU dilakukan melalui mekanisme rapat penjadwalan bulanan yang difasilitasi PLN EPI. Forum tersebut menentukan jadwal pengapalan, tujuan pengiriman, kuantitas pasokan batu bara serta sumber pasokan yang dibutuhkan oleh masing-masing pembangkit.
“Mekanismenya mempertimbangkan kebutuhan pembangkit serta kesepakatan antara pemasok batu bara dan PLTU masing-masing,” ujarnya.
/2025/09/05/1983514634.jpg)
/2025/03/04/2092239660.jpg)
/2021/02/09/652248560.jpg)
/2014/08/05/573778175.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5534506/original/014331400_1773828123-Foto_1d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4904275/original/038891900_1722250525-IMG-20240729-WA0113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4587783/original/084518200_1695632631-IMG-20230925-WA0006.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5351995/original/061653800_1758089721-WhatsApp_Image_2025-09-17_at_12.59.58.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3545719/original/087868100_1629425274-059440700_1560940276-20190619-Rupiah-Menguat-di-Level-Rp14.264-per-Dolar-AS1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5453610/original/007869400_1766482737-1a2f8c2a-8c24-4682-9524-a65d9f0750e8.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5533664/original/040176700_1773755481-Chief_Technology_Officer_Danantara_Indonesia__Sigit_Puji_Santosa-17_Maret_2026.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5533697/original/078616900_1773760429-1f3912ca-7653-45df-a7ab-d64716c225a3.jpeg)