Jakarta – Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) mendorong pemerintah menerapkan kebijakan pasok ke dalam negeri atau domestic market obligation (DMO) komoditas gas bumi guna menjaga keberlanjutan industri keramik dan kontribusinya terhadap perekonomian nasional.
Ketua Umum Asaki Edy Suyanto menyampaikan kebijakan tersebut dibutuhkan mengingat sektor ini tengah menghadapi tekanan berlapis, seperti gangguan pasokan gas, lonjakan biaya energi, serta meningkatnya tekanan impor.
BACA JUGA:Klarifikasi PHK Mie Sedaap, Kemenperin: Hanya Pengurangan Outsourcing
BACA JUGA:Kemenperin Tunda SNI Wajib Baja, Industri Diberi Waktu Tambahan
Pihaknya mencatat tingkat utilisasi produksi sektor ini pada kuartal I 2026 berada di kisaran 70-72 persen, angka ini meleset dari target utilisasi 80 persen.
Gangguan suplai gas ini sangat berdampak langsung terhadap operasional pabrik dan produktivitas industri, ujar Edy dikutip dari Antara, Rabu (25/3/2026).
Dalam kondisi tersebut, Asaki menegaskan pentingnya kebijakan DMO gas bumi agar pasokan energi bagi industri dalam negeri lebih terjamin.
Selain itu, pengurangan porsi ekspor gas dinilai perlu dilakukan untuk menjaga ketahanan energi nasional.
Gas bumi seharusnya diprioritaskan untuk kebutuhan industri dalam negeri yang memiliki multiplier effect besar, seperti penyerapan tenaga kerja dan mendorong investasi baru, tegasnya.
Di sisi lain, kata dia, dinamika global juga menambah tekanan, mengingat konflik geopolitik di Timur Tengah berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi, terutama bagi Indonesia yang masih bergantung pada impor energi.
/2023/06/14/114521361.jpg)
/2017/03/08/1326898684.jpg)
/2025/08/25/283907732.jpg)
/2025/07/26/1598174070.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4881569/original/094570800_1719967258-fotor-ai-2024070373820.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/4011968/original/082923100_1651298809-20220430-Pedagang_di_Tol_Jalan_tol_Cikopo_-_Palimanan_KM_73-1.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5537038/original/072670700_1774407873-WhatsApp_Image_2026-03-25_at_08.59.29.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1400474/original/063702300_1478686860-20161109--Donald-Trump-Unggul-Rupiah-Terpuruk-Jakarta-Angga-Yuniar-04.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5537747/original/086782900_1774438005-OJK-25_Maret_2026b.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5537599/original/087810700_1774428360-1000271770.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4837498/original/067081100_1716195906-Harga_emas_cetak_rekor_tertinggi-ANGGA_4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172726/original/046657700_1594117380-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723186/original/087016300_1705921832-fotor-ai-2024012218923.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)