Jakarta – Industri gelas kaca dan keramik nasional mendorong pemerintah segera memastikan stabilitas pasokan energi, khususnya pasokan gas melalui kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT), guna menjaga keberlanjutan usaha dan daya saing sektor tersebut.
Ketua Umum Asosiasi Produsen Gelas Kaca Indonesia (APGI), Henry Sutanto, menyampaikan bahwa telah terjadi keterbatasan gangguan pasokan gas yang melanda kawasan industri di Jawa Timur sejak awal 2026, yang memberikan dampak langsung terhadap operasional anggota asosiasi.
BACA JUGA:10 Rekomendasi Warna Lantai untuk Rumah Minimalis agar Tampak Lebih Luas
BACA JUGA:Kapan Nat Keramik Perlu Diganti? Ini Panduan Lengkap untuk Pemilik Rumah
BACA JUGA:7 Cara Membersihkan Nat Keramik Teras Menghitam Tanpa Diganti
BACA JUGA:Industri Keramik Bidik Investasi Rp 5 Triliun di 2026, Utilitas Produksi Capai 80%
“Dari 17–21 Januari 2026 tidak ada kuota sama sekali. Lalu 22 Januari hingga 1 Februari kuota hanya 46 persen. Ini sangat mengganggu operasi pabrik,” kata Henry, dikutip dari Antara, Senin (19/1/2026).
Ia menegaskan bahwa industri gelas kaca sangat membutuhkan pasokan gas yang stabil dan berkelanjutan. Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI), Edy Suyanto menilai kondisi tersebut berpotensi menghambat momentum pemulihan industri keramik pada 2026.
Menurut dia, industri keramik menargetkan utilisasi produksi 80 persen dan ekspansi kapasitas yang cukup besar pada tahun ini. Menurutnya, gangguan pasokan energi yang berkepanjangan bakal melemahkan daya saing industri dalam negeri dan membuka peluang semakin besarnya penetrasi produk impor.
Pihaknya, kata dia, menyiapkan rencana investasi baru senilai Rp5 triliun pada 2026 sebagai upaya memacu peningkatan kapasitas dan membuka lapangan kerja. Dari sisi kapasitas, ASAKI memproyeksikan kapasitas terpasang ubin keramik nasional terus meningkat.
Pada 2026, kapasitas terpasang diperkirakan mencapai 672 juta meter persegi per tahun, meningkat menjadi 701 juta meter persegi per tahun pada 2027, dan menyentuh 720 juta meter persegi per tahun pada 2029.
Kuota gas yang diterima pelaku usaha berada jauh di bawah kebutuhan operasional normal, bahkan pada hari-hari tertentu tidak tersedia sama sekali.
Kondisi tersebut, lanjutnya memicu kekhawatiran akan terganggunya utilisasi pabrik, meningkatnya biaya produksi, serta melemahnya daya saing industri nasional.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/10/03/437355831.jpg)
/2025/09/18/1600673805.jpg)
/2025/04/21/1234404100.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5429999/original/089186100_1764649357-9.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5383000/original/098357600_1760612392-4.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476934/original/027256100_1768803386-Badan_Pengatur_Hilir_Minyak_dan_Gas_Bumi__BPH_Migas_.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/2393928/original/011471200_1540635257-OJK.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2890385/original/036007700_1566535931-20190823-Harga-Emas-Antam-Turun-Rp-4.000-per-Gram5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5386099/original/078137900_1760954214-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477485/original/096998400_1768827237-Direktur_Utama_InJourney__Maya_Watono-19_Januari_2026b.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4239448/original/020816200_1669364099-WhatsApp_Image_2022-11-24_at_19.44.16.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5129181/original/073224100_1739277124-20250211-Menteri_ATR_BPN-ANG_3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4848901/original/076050200_1717138481-IMG20240531104427.jpg)