Jakarta – Realisasi investasi di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa menunjukkan pembagian yang relatif seimbang. Pada periode terbaru, investasi di luar Jawa tercatat sedikit lebih tinggi dibandingkan Jawa, menegaskan bahwa pemerataan investasi nasional mulai berjalan dan tidak lagi terpusat di satu wilayah saja.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan, perbedaan nilai investasi antara Jawa dan luar Jawa hanya terpaut tipis, meski secara utuh penanaman modal dalam negeri tumbuh 16,2 persen. Investasi di luar Jawa mencapai Rp249,4 triliun, sedangkan di Jawa sebesar Rp247,5 triliun atau sekitar 49,8 persen.
BACA JUGA:Bos Kadin Pede Target Investasi Rp 2.175 Triliun pada 2026 Tercapai, Ini Alasannya
BACA JUGA:Jawa Barat Jadi Primadona Investasi 2025, Hilirisasi Dorong Kawasan Industri
BACA JUGA:Realisasi Investasi sepanjang 2025 Tembus Target Pemerintah
“Bedanya kurang lebih hanya hampir Rp2 triliun. Jadi perbandingannya seimbang, hampir sama,” ujar Rosan di BKPM, Kamis (15/1/2026).
Untuk sebaran daerah, Jawa Barat masih konsisten menjadi provinsi dengan realisasi investasi terbesar. Nilainya mencapai Rp78,7 triliun, disusul DKI Jakarta sebesar Rp66,8 triliun, kemudian Jawa Timur dan Banten. Menariknya, Sulawesi Tengah secara konsisten masuk dalam lima besar nasional, bersama Maluku Utara.
“Ini membuktikan bahwa hilirisasi kita berjalan secara berkesinambungan,” jelas Rosan.
Menurut Rosan, tingginya investasi di Jawa Barat tidak terlepas dari kuatnya sektor manufaktur yang terkonsentrasi di wilayah utara provinsi tersebut. Kawasan industri di Karawang, Bekasi, Subang, dan Purwakarta menjadi magnet utama masuknya investasi.
“Manufaktur di sana memang banyak, kawasan industrinya berjalan, termasuk industri kendaraan bermotor,” ujarnya.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/06/24/1049013018.jpg)
/2025/10/18/1934219793.jpg)
/2025/10/16/1002072152.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4587080/original/091917300_1695602279-jay-ang-v0BgDZTJyPY-unsplash.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2393928/original/011471200_1540635257-OJK.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1043408/original/005104300_1446622303-20151104-OJK-AY-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5384102/original/046932800_1760754888-WhatsApp_Image_2025-10-17_at_15.32.31.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473444/original/093171500_1768444417-44a3ad63-d813-440f-a37c-9ee4f21630c1.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473447/original/050483400_1768444830-f770dbf6-e7c5-46cf-b34d-296dfabb0b0f.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1641383/original/035848000_1499335807-20170706-IHSG-Berakhir-Bertahan-di-Zona-Hijau-Angga-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5271674/original/014395900_1751517910-Screenshot_20250703_101941_YouTube.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473233/original/098315500_1768392965-Bea_Cukai_dan_Polri_ungkap_upaya_penyelundupan_narkotika_melalui_barang_kiriman_internasional.jpeg)