Jakarta – Limbah kelapa sawit memiliki potensi yang besar untuk dimanfaatkan menjadi produk bernilai tambah ekonomi seiring dengan ketersediaan yang melimpah di Indonesia.
Menurut Guru Besar Fakultas Kehutanan IPB University Yanto Santosa, limbah kelapa sawit dapat diolah menjadi berbagai macam produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi sekaligus ramah lingkungan melalui penerapan teknologi yang tepat.
BACA JUGA:Perjanjian Dagang RI-AS, Prabowo Pastikan Kepentingan Nasional Tetap Utama
BACA JUGA:Target Ekonomi 8%, Prabowo Andalkan Program MBG hingga 1 Juta Rumah
BACA JUGA:Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini Minggu 22 Maret 2026: 2 Karat Tak Sampai Rp 200 Ribu
Limbah kelapa sawit memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah ekonomi. Apabila tidak dikelola dengan baik, limbah kelapa sawit bisa menimbulkan permasalahan yang berdampak pada keberlanjutan lingkungan, katanya dikutip dari Antara, Minggu (22/3/2026).
Dia menjelaskan pengoptimalan potensi limbah kelapa sawit memiliki beberapa manfaat seperti meningkatkan nilai tambah ekonomi, menciptakan peluang usaha baru, mendukung konsep ekonomi sirkular, hingga menghasilkan energi terbarukan.
Kelapa sawit merupakan komoditas strategis nasional yang menjadi bukti nyata komoditas zero waste atau nihil limbah, lanjutnya, sebagai komoditas zero waste, setiap bagian dari kelapa sawit dapat diolah menjadi beragam produk bernilai tambah untuk memenuhi kebutuhan manusia.
Pemerintah Indonesia, tambahnya, memiliki peran penting dalam mendorong penerapan konsep zero waste di sektor kelapa sawit guna memanfaatkan seluruh hasil dan limbah produksi sehingga tidak ada limbah yang terbuang dan mencemari lingkungan.
Dikatakannya, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) perlu melakukan kolaborasi dengan berbagai lembaga riset guna mendorong inovasi pengelolaan limbah kelapa sawit di Indonesia.
Kolaborasi BPDP dengan lembaga riset akan memberikan berbagai manfaat, kata dia.
/2025/07/26/1598174070.jpg)
/2023/06/14/114521361.jpg)
/2017/03/08/1326898684.jpg)
/2025/08/25/283907732.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4267372/original/046017800_1671541995-291_Ribu_Kendaraan_Tinggalkan_Jakarta_Jelang_Libur_Nataru-merdeka-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4350265/original/051288500_1678243458-Crypto_6.jpg)
/2025/03/17/206154261.jpg)
/2026/01/20/883161196.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5186928/original/035658900_1744629096-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4936121/original/064287200_1725424841-WhatsApp_Image_2024-09-03_at_21.05.41.jpeg)