Jakarta – Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) optimistis industri keramik nasional akan mengalami rebound signifikan pada tahun 2026. Ketua Umum ASAKI, Edy Suyanto, menargetkan utilisasi produksi mencapai 80%, tertinggi dalam satu dekade terakhir.
Optimisme ini didorong oleh kombinasi kebijakan pemerintah yang pro-industri, peningkatan kapasitas produksi, serta prospek pertumbuhan konsumsi domestik yang masih sangat besar.
BACA JUGA:7 Cara Membersihkan Nat Keramik Teras Menghitam Tanpa Diganti
BACA JUGA:9 Cara Memutihkan Nat Keramik yang Menghitam, Kembali Bersih Seperti Baru
BACA JUGA:Industri Keramik Indonesia Melesat, Jadi Satu-Satunya Negara Produsen yang Tumbuh di 2025
“Target ini realistis dengan catatan dukungan kebijakan pemerintah tetap konsisten dan persoalan struktural industri segera diselesaikan,” ujar Edy Suyanto di Jakarta, Rabu (14/1/2026).
ASAKI menilai kebangkitan industri keramik tak lepas dari berbagai kebijakan strategis pemerintah, antara lain, Penerapan Bea Masuk Antidumping dan Safeguard Keramik, SNI wajib untuk produk keramik, Program pembangunan 3 juta unit rumah, Insentif PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) sektor properti, Penurunan suku bunga perbankan, serta Program FLPP sebanyak 350.000 unit rumah. Kebijakan tersebut diyakini mampu mendongkrak permintaan keramik domestik secara signifikan.
ASAKI memproyeksikan kapasitas terpasang ubin keramik nasional akan terus meningkat. Pada 2026, Asaki memproyeksi kapasitas terpasang keramik akan menyentuh 672 juta meter persegi per tahun, pada 2027 akan mencapai 701 juta meter persegi per tahun, sedangkan di 2029 mencapai 720 juta meter persegi per tahun.
Namun demikian, tingkat konsumsi keramik per kapita Indonesia masih relatif rendah. Pada 2029, konsumsi diperkirakan baru mencapai 2,5 meter persegi per kapita, jauh tertinggal dibandingkan, China & Vietnam: ±4 meter persegi per kapita, Malaysia & Thailand: 3–3,5 meter persegi per kapita.
“Artinya, ruang ekspansi industri keramik nasional masih sangat besar,” tegas Edy.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/06/24/1049013018.jpg)
/2025/10/18/1934219793.jpg)
/2025/10/16/1002072152.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5316910/original/014057600_1755255228-Menkeu_Sri_Mulyani_RAPBN.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5384102/original/046932800_1760754888-WhatsApp_Image_2025-10-17_at_15.32.31.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5467323/original/090605000_1767872284-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4269838/original/098490100_1671710597-BKI_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5470631/original/095929200_1768212193-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_Airlanga_Hartarto.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473822/original/065431000_1768458776-WhatsApp_Image_2026-01-14_at_13.38.59.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975034/original/086610900_1648205536-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1071004/original/007517600_1448870952-20151130-Harga-Emas-Kembali-Buyback-AY1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3352150/original/028984100_1610959709-20210118-Emas-Antam-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4028800/original/015596800_1653046835-FOTO.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474426/original/055933800_1768476656-Ketua_Umum_Kadin_Indonesia__Anindya_Novyan_Bakrie-15_Januari_2026-b.jpg)