Jakarta – Di tengah percikan kembang api warna-warni menghiasi langit terutama saat perayaan besar di China termasuk Imlek, industri kembang api di China hadapi tantangan. Salah satunya konsumsi yang melemah bahkan jelang Imlek.
Mengutip Yahoo Finance, ditulis Selasa (17/2/2026), pusat industri kembang api di Liuyang, China sedang berjuang melawan lemahnya konsumsi. Penduduknya yang terbiasa dengan uji coba kembang api yang memekkan telinga sepanjang tahun hadapi penjualan melemah di domestik, tetapi penjualan ekspor kembang api meningkat. Bahkan saat tarif Amerika Serikat membayangi negeri tirai bambu.
BACA JUGA:Aksi Para Robot Meriahkan Hari Kedua Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di China
BACA JUGA:AS Akan Tambah Peluncur Rudal di Filipina Meski Diprotes China
BACA JUGA:Spektakuler! 22 Ribu Drone Terbang Serentak Di China, Cetak Rekor Baru
BACA JUGA:Kongres Peru Berhentikan Presiden Jose Jeri karena Dugaan Korupsi
Industri kembang api Liuyang meningkat pesat pada 2023 setelah pembatasan pandemi COVID-19 di cabut. Total nilai produksi melonjak lebih dari 60 persen dari tahun ke tahun menjadi 50,8 miliar yuan atau USD 7,3 miliar. Nilai itu sekitar Rp 122,93 triliun. Industri kembang api kota ini mencatat nilai produksi 50,2 miliar yuan pada 2024 dan 50,6 miliar yuan pada 2025.
Orang-orang senang, jadi penjualan berjalan sangat baik, di dalam negeri maupun di luar China,” ujar US Sales Manager Pyoroshine, Melissa Cai.
Meskipun sekitar 10 persen klien perusahaan berasal dari dalam negeri selama masa booming pasca-lockdown, sekarang semuanya berbasis di luar negeri.
Tidak seperti di China, Cai menuturkan, penjualan di luar negeri tetap relatif stabil, meskipun ada tarif AS yang tinggi yang diberlakukan tahun lalu, yang memaksa perusahaan untuk menarik kembali pesanan dalam jumlah besar dari pelabuhan.
/2025/06/06/1462733630.jpg)
/2024/11/13/2138386407.jpg)
/2025/11/24/926949912.jpg)
/2025/12/22/225938998.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5505113/original/095332500_1771332215-Perminas_gandeng_NEM_evaluasi_potensi_logam_tanah_jarang-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5502630/original/043008700_1770992150-WhatsApp_Image_2026-02-13_at_21.10.22.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5219631/original/022997400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472766/original/082116700_1768375313-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5494819/original/033550200_1770344851-humphrey-m-dYqMMG6LdZs-unsplash.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013695/original/083702900_1651632388-000_329D9V2.jpg)