Jakarta – Pemerintah menegaskan komitmen fasilitasi impor produk pertanian senilai USD 4,5 miliar dalam kerangka Agreement on Reciprocal Trade (ART) Indonesia–Amerika Serikat bukan merupakan pembelian yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Skema tersebut ditegaskan sebagai kerja sama bisnis ke bisnis (B2B) antar pelaku usaha kedua negara.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, pemerintah menyatakan hanya berperan sebagai regulator dan penjaga standar mutu.
BACA JUGA:Harga Bahan Baku di Indonesia Bisa Naik Imbas Perang AS-Iran, Tak Cuma BBM
BACA JUGA:BPS Beberkan Nilai Impor dan Ekspor Indonesia di Jalur Selat Hormuz
Seluruh keputusan transaksi hingga pembiayaan sepenuhnya berada di tangan sektor swasta, jelas dia dalam keterangan tertulis, Minggu (1/2/2026).
Amerika Serikat merupakan mitra dagang strategis dan menjadi tujuan ekspor terbesar kedua Indonesia. Sepanjang 2025, nilai ekspor Indonesia ke AS mencapai USD 31 miliar atau sekitar 11% dari total ekspor nasional sebesar USD 282,9 miliar.
Karena itu, menjaga akses pasar AS melalui hubungan dagang yang seimbang dinilai sebagai langkah rasional untuk mempertahankan daya saing produk nasional.
Kerja sama ini juga dinilai penting bagi industri dalam negeri. Indonesia selama ini masih mengimpor sejumlah komoditas seperti gandum sebagai bahan baku industri pengolahan, termasuk industri makanan olahan berorientasi ekspor.
Dengan opsi pasokan yang lebih luas dan kompetitif, pelaku usaha diharapkan memperoleh bahan baku stabil, berkualitas, dan berharga bersaing tanpa menimbulkan beban fiskal bagi negara.
/2025/02/12/295818587.jpg)
/2025/09/22/1467086553.jpg)
/2022/04/26/1849894064.jpg)
/2024/07/01/823936766.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5517892/original/028562200_1772441909-WhatsApp_Image_2026-03-02_at_14.38.29.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5515886/original/006200500_1772202661-Konferensi_pers_di_Brilian_Club-27_Februari_2026.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5467322/original/061717500_1767872284-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5516564/original/069964200_1772330623-LPDP.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532289/original/028365400_1628161488-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369939/original/076856100_1476098426-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975040/original/077790600_1648205648-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5371515/original/011669500_1759665536-1001320582.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3005833/original/005389400_1577346189-20191226-Proyeksi-Pertumbuhan-Ekonomi-Indonesia-2020-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475276/original/056009900_1768562165-1000026474.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/953316/original/021276300_1439363719-20150812-Rupiah-Anjlok4.jpg)