Jakarta – Project Manager Promise II Impact ILO, Djauhari Sitorus, menyatakan skala usaha koperasi untuk peternak sapi bisa sangat bersaing untuk level selanjutnya. Lantaran, inklusi keuangan dan produk UMKM  dinilai cukup besar.Â
Ia menyebut, koperasi menjual susu ke perusahaan besar seperti Ultrajaya dan industri pengolah susu lainnya, serta memproduksi yoghurt dan keju mozzarella untuk pasar lokal.
BACA JUGA:Pertamina: 429 Koperasi Merah Putih Sudah Beroperasi sebagai Outlet LPG 3 Kg
BACA JUGA:1.000 Koperasi Merah Putih Siap Beroperasi, Pemerintah Pacu Target 30 Ribu
BACA JUGA:Menko Airlangga Ajak Pemilik Warung Kelontong SRC Gabung Koperasi Desa Merah Putih
Kemudian mengenai koperasi sapi ini, skalanya itu lumayan besar. Jadi mereka menjual ke perusahaan besar seperti ultrajaya, mereka jual ke industri pengolah susu yang besar-besar, dan sebagian mereka produksi sendiri jadi yoghurt, jadi keju mozzarella untuk lokal,” ujar dia, saat diskusi Inklusi Keuangan dan Keberlanjutan UMKM melalui PROMISE II IMPACT, di Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Djauhari menegaskan proyek tersebut menggunakan pendekatan ekosistem dengan mengintegrasikan akses pasar, pembiayaan, dan digitalisasi. Menurut dia, lembaga keuangan lebih tertarik membiayai usaha yang telah memiliki pembeli tetap karena kepastian pasar menjamin kemampuan pembayaran pinjaman.
“Kalau mereka sudah ada, kami membantu penguatan, akses keuangan dan juga digitalisasi itu akan lebih efektif untuk membantu skalanya. Jadi sirkular ekonominya kami harapkan juga jalan,” ucapnya.
Tidak berhenti di sana, pihaknya juga mendorong pengolahan kotoran sapi kepada peternak menjadi biogas untuk kebutuhan memasak rumah tangga. Namun, ia mengakui pemanfaatan limbah tersebut belum berjalan luas karena peternak memerlukan investasi dan pembelian alat pendukung.
/2025/12/08/659294977.jpg)
/2024/09/05/1181790103.jpg)
/2025/10/01/1177083743.jpg)
/2015/04/28/458714412.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5500847/original/051294700_1770879572-Rumah_deret_di_kawasan_Semanggi__Kelurahan_Sangkrah__Kota_Surakarta__Jawa_Tengah-4.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/2835792/original/038785100_1561357842-FOTO_0001.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5182572/original/043086700_1744095807-20250408-ASN_Pemprov_DK_Jakarta-HER_9.jpg)
/2025/12/07/399938828.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5500395/original/031439800_1770863987-IMG_9906.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3337093/original/010245400_1609328702-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473893/original/049823100_1768461020-1500_x_845.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5496433/original/011805000_1770535416-9d276887-a3b4-4679-a2c8-cbdbdbf50a52.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4721215/original/050847100_1705711212-fotor-ai-2024012073921.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369941/original/055657900_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5499484/original/079695700_1770787736-IMG_1308.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3258331/original/091172300_1601894551-20201005-Kemiskinan-DKI-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1639535/original/088370600_1499173244-asdwdefcgf.jpg)