Jakarta – Pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Provinsi Sumatra Barat terus menunjukkan perkembangan signifikan.
Di sejumlah kabupaten dan kota, proses pembangunan huntara masih berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pekerja konstruksi hingga personel TNI dan Polri. Huntara ini disiapkan sebagai tempat tinggal sementara yang layak sebelum warga menempati hunian tetap.
BACA JUGA:BNPB Percepat Pembangunan Hunian Warga Terdampak Bencana dan Operasi Modifikasi Cuaca Sumatera
BACA JUGA:Warga Aceh Tamiang Sudah Huni Rumah Sementara: Terima Kasih Pemerintah, Senang Sekali!
Dari pantauan di lapangan, Selasa (20/1), di Kabupaten Padang Pariaman, pembangunan huntara di Nagari Katapiang, Kecamatan Batang Anai, masih dalam tahap pengerjaan. Kondisi fisik bangunan sudah mulai terlihat jelas. Dinding huntara yang terbuat dari papan serta bagian atap telah terpasang.
Sejumlah pekerja konstruksi tampak aktif bekerja, sebagian di antaranya melakukan pengecatan. Akses jalan utama menuju kompleks huntara juga sudah tersedia dengan konstruksi cor semen, sehingga memudahkan mobilitas pekerja dan distribusi material.
Sementara itu, di Jorong Kubu Gadang, Nagari Sumpur, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, mayoritas huntara masih dalam proses pemasangan dan penggabungan rangka.
Di bawah terik matahari, para pekerja konstruksi terus menyelesaikan struktur dasar bangunan. Proses ini menjadi tahap awal sebelum pemasangan dinding dan atap dilakukan.
Berbeda dengan lokasi lainnya, huntara di Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, dibangun menggunakan rangka kayu.
Pekerja terlihat mendirikan rangka-rangka kayu yang nantinya akan dipasangi papan sebagai dinding. Setiap unit huntara dirancang memiliki satu pintu dan jendela sebagai sirkulasi udara dan cahaya.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/10/16/1002072152.jpg)
/2025/05/07/739346899.jpg)
/2025/05/05/294792947.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4873066/original/047832700_1719213109-Screenshot_20240624_123333_YouTube.jpg)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5478542/original/081489700_1768904175-Menko_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-20_Januari_2026.png)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/2393928/original/011471200_1540635257-OJK.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2890385/original/036007700_1566535931-20190823-Harga-Emas-Antam-Turun-Rp-4.000-per-Gram5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5386099/original/078137900_1760954214-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477485/original/096998400_1768827237-Direktur_Utama_InJourney__Maya_Watono-19_Januari_2026b.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4239448/original/020816200_1669364099-WhatsApp_Image_2022-11-24_at_19.44.16.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5129181/original/073224100_1739277124-20250211-Menteri_ATR_BPN-ANG_3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4848901/original/076050200_1717138481-IMG20240531104427.jpg)