Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa hilirisasi komoditas emas di Indonesia menjadi salah satu yang paling lengkap dibanding sektor lainnya. Hal ini karena rantai nilai emas tidak hanya mencakup industri pengolahan, tetapi juga berkembang hingga sektor jasa dan produk keuangan.
Menurut Airlangga, hilirisasi di sektor copper and gold telah menciptakan ekosistem yang menyeluruh mulai dari kegiatan pertambangan hingga berbagai instrumen investasi berbasis emas.
BACA JUGA:Dana Pengelolaan Haji Bisa Masuk ke Investasi Emas, Antisipasi Fluktuasi Dolar AS
“Hilirisasi di sektor emas dan tembaga ini sebetulnya yang paling lengkap, karena bukan hanya hilirisasi industrinya saja, tetapi juga sampai ke sektor jasanya,” ujar Airlangga dalam peluncuran roadmap bullion bank di Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa ekosistem tersebut bahkan telah mencakup berbagai instrumen investasi modern seperti reksa dana dan exchange traded fund (ETF) berbasis emas. Selain itu, derivatif emas juga telah diperdagangkan melalui regulator perdagangan berjangka.Â
Perdagangan tersebut berada di bawah pengawasan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi yang juga memfasilitasi transaksi indeks emas di pasar berjangka.
Airlangga menilai komoditas emas memiliki rantai nilai yang sangat kuat karena mencakup seluruh ekosistem, mulai dari pertambangan, bullion, produk keuangan hingga industri perhiasan yang juga berpotensi besar untuk ekspor.
Untuk memperkuat pemanfaatan emas dalam negeri, pemerintah juga telah menyiapkan kebijakan tambahan terkait biaya keluar emas agar hasil tambang emas dan produk bullion lebih diprioritaskan untuk kebutuhan domestik.
“Dengan demikian hasil tambang emas maupun produk bullion diprioritaskan untuk digunakan di dalam negeri,” katanya.Â
/2025/05/23/1773589716.jpg)
/2024/05/08/49081693.jpg)
/2021/09/19/1933925616.jpg)
/2025/05/13/879668017.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5080104/original/087826400_1736158590-20250106-Dapur_MBG-MER_4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5521977/original/034309300_1772705177-Jadwal_One_Way.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1266054/original/031656800_1466064638-ist.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5521456/original/046444200_1772690467-unnamed__73_.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5524910/original/088029300_1773024560-a642b33a-2b7a-46dd-b064-2fb0aab29e93.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5524919/original/093651200_1773024997-kopi_kenangan_edit.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3291090/original/060643400_1604902998-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5525079/original/059612500_1773031060-WhatsApp_Image_2026-03-09_at_10.25.06.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2034336/original/042934000_1522123940-Sawit_Jambi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5504194/original/061386800_1771227775-PT_Kereta_Api_Indonesia__Persero__mencatat_perjalanan_KA_di_lintas_utara_berangsur_normal-16_Februari_2026.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5512269/original/047632000_1771936819-1000843403.jpg)