Jakarta – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan, Hashim Djojohadikusumo, meminta agar hunian vertikal yang akan dibangun di atas lahan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI diprioritaskan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang baru bergabung. Ia juga berharap hunian tersebut tidak hanya dialokasikan untuk ASN baru di lingkungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), tetapi juga bagi ASN dari kementerian lain.
“ASN-ASN yang junior yang belum dapat rumah dan perumahan juga harus dapat prioritas. ASN bukan hanya Kementerian Perhubungan Pak, tentu ini kan lahan, tapi juga ASN dari kementerian-kementerian lain. Saya kira itu sudah janji kita semua ya, kita harus adil Pak, ya,” kata dia dalam acara Pencanangan Pembangunan Hunian dalam Rangka Mendukung Program 3 Juta Rumah, Senin (16/3/2026).
BACA JUGA:Atasi Backlog Perumahan, Lahan Strategis PT KAI di 4 Kota Disulap Jadi Hunian Vertikal
BACA JUGA:PT KAI: 719 Ribu Tiket KA Lebaran Daop 1 Jakarta Ludes, Terbanyak Berangkat dari Stasiun Senen
BACA JUGA:H-6 Lebaran, Stasiun Pasar Senen Jadi Titik Terpadat Mudik Kereta di Jakarta
Selain itu, Hashim juga mendorong agar bangunan hunian vertikal tersebut dapat ditingkatkan hingga 24 lantai, bukan hanya 12 lantai sebagaimana rencana awal KAI.
Hashim menilai pembangunan hunian setinggi 24 lantai bukan hal yang mustahil, mengingat sudah ada contoh rumah susun (rusun) subsidi yang dibangun sebelumnya, seperti di Meikarta, Bekasi, Jawa Barat dengan ketinggian 20 lantai, serta rusun 24 lantai yang dibangun PT Al-Qilaa di kawasan Kampung Bandan.
Sebelumya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana mengembangkan hunian terintegrasi dengan transportasi publik melalui pemanfaatan aset perkeretaapian di berbagai wilayah. Program ini menjadi bagian dari dukungan terhadap pembangunan nasional, termasuk program penyediaan perumahan.
/2026/01/12/1406010689.jpg)
/2025/10/15/1790361821.jpg)
/2026/01/16/1560477888.jpg)
/2016/10/26/1015215961.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5532572/original/008901700_1773655943-Tol_Bocimi-16_Maret_2026.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4011968/original/082923100_1651298809-20220430-Pedagang_di_Tol_Jalan_tol_Cikopo_-_Palimanan_KM_73-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4156442/original/088611200_1663062671-Emas6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4904275/original/038891900_1722250525-IMG-20240729-WA0113.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5533195/original/025884600_1773727160-Foto_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4721215/original/050847100_1705711212-fotor-ai-2024012073921.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5532675/original/099330300_1773665888-IMG-20260316-WA0013__1_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5532681/original/027599600_1773666412-WhatsApp_Image_2026-03-16_at_16.58.45.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1946058/original/021251600_1519810687-20180228-Tembakau-AFP3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5532672/original/031344900_1773665569-1000031369.jpg)