Jakarta – Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 disebut harus bisa ditopang kebijakan prioritas di sektor pangan, gizi, perumahan, kesehatan, serta reformasi fiskal dan penegakan hukum.
BACA JUGA:Depan Hashim, Prabowo Sebut Kerap Dimarahi di Keluarga Gara-Gara ini: itu Kan Dulu, Sekarang …
BACA JUGA:Hashim Djojohadikusumo Salurkan Bantuan untuk Panti Jompo di Manado yang Kebakaran
BACA JUGA:Hashim: Prabowo Tak Punya Lahan Sawit 1 Hektare Pun di Bumi Indonesia
Dengan cara ini, ekonomi Indonesia diharapkan bukan hanya sekedar bertumbuh secara berkualitas dan berkelanjutan. Hingga kemudian memberikan dampak yang sangat nyata bagi kesejahteraan dan kualitas kehidupan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Board of Advisors Prasasti, Hashim Djojohadikusumo, dalam dialog Prasasti Luncheon Talk 2026 bertajuk “Sektor dan Kebijakan Prioritas yang Menjadi Tantangan dan Peluang Pertumbuhan Indonesia di Tahun 2026”, pekan lalu.
Hashim mengakui bahwa prestasi pemerintah saat ini cukup banyak, namun sering kali tertutup oleh derasnya hujatan di media sosial.
Sebagian serangan tersebut bukan kritik murni, melainkan kampanye terorganisasi menggunakan bot, avatar, dan kecerdasan buatan untuk mendiskreditkan pemerintah. “Ada laman dibaca 5.000 orang, tapi komentarnya 20.000. Ini tidak masuk akal,” ujarnya.
Dia mencontohkan tudingan bahwa Presiden Prabowo Subianto menguasai lahan sawit hampir di seluruh Indonesia sebagai informasi bohong.
Hashim kemudian memaparkan sejumlah capaian yang menurutnya berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat.
Salah satunya adalah terwujudnya kampung haji Indonesia di Makkah, dekat Masjidil Haram, yang telah lama direncanakan sejak era 1950-an dan baru kini terealisasi melalui lobi langsung Presiden Prabowo dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/10/16/1002072152.jpg)
/2025/05/07/739346899.jpg)
/2025/05/05/294792947.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476909/original/078356200_1768802898-WhatsApp_Image_2026-01-19_at_11.51.48_AM.jpeg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5478542/original/081489700_1768904175-Menko_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-20_Januari_2026.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4239448/original/020816200_1669364099-WhatsApp_Image_2022-11-24_at_19.44.16.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/2393928/original/011471200_1540635257-OJK.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2890385/original/036007700_1566535931-20190823-Harga-Emas-Antam-Turun-Rp-4.000-per-Gram5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5386099/original/078137900_1760954214-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477485/original/096998400_1768827237-Direktur_Utama_InJourney__Maya_Watono-19_Januari_2026b.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5129181/original/073224100_1739277124-20250211-Menteri_ATR_BPN-ANG_3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4848901/original/076050200_1717138481-IMG20240531104427.jpg)