Jakarta – Pemerintah memastikan harga pupuk subsidi tetap stabil meski terjadi gejolak global, termasuk ketegangan di Selat Hormuz. Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan pupuk sekaligus mendukung produktivitas sektor pertanian nasional.
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi, menegaskan bahwa harga eceran tertinggi (HET) pupuk subsidi tidak akan mengalami kenaikan.
BACA JUGA:Cara Buat Kompos Cokelat dari Daun Kering, Solusi Pupuk Organik Mandiri
BACA JUGA:Panduan Membuat Komposter Sederhana di Rumah, Praktis untuk Lahan Sempit
BACA JUGA:Timur Tengah Membara, Pupuk Indonesia Pastikan Pasokan Pupuk Aman
HET (pupuk subsidi sebelumnya) sudah turun 20 persen, tidak ada rencana untuk kembali meningkatkan, artinya HET akan tetap, ujarnya dikutip dari Antara, Jumat (3/4/2026).Â
Rahmad menjelaskan, meski Selat Hormuz merupakan jalur penting yang dilalui sekitar 30 persen perdagangan pupuk dunia, kondisi tersebut tidak berdampak signifikan terhadap pasokan pupuk di Indonesia.
Hal ini karena Indonesia memiliki kapasitas produksi dalam negeri yang cukup besar, khususnya untuk pupuk urea.
Pupuk Indonesia memiliki kapasitas produksi urea operasional sekitar 8,8 juta ton, dari total kapasitas terpasang 9,4 juta ton. Kapasitas ini dinilai mampu memenuhi kebutuhan pupuk nasional, baik subsidi maupun non-subsidi.
Dengan kondisi tersebut, Indonesia tidak bergantung pada pasokan luar negeri untuk komoditas utama pupuk.
/2026/01/18/529366547.jpg)
/2025/12/04/352600800.jpg)
/2026/01/28/1419203316.jpg)
/2022/01/03/1388838796.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3281973/original/033774000_1604024462-Foto_01.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/3980731/original/087399800_1648714875-20220331-Laporan-SPT-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3149803/original/032801800_1591853666-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-5.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5525772/original/075237500_1773063271-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5308549/original/077636700_1754547877-Gemini_Generated_Image_3o91z63o91z63o91.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975034/original/086610900_1648205536-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3271756/original/069996900_1603102551-20201019-Harga-Emas-Hari-Ini-Stabil-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1187572/original/096023600_1459353088-20160330--PLTP-Lahendong--Sulawesi-Utara--Faizal-Fanani-03.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4565723/original/073347600_1693995925-20230906-Kekeringan_di_Sawah-ANG_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5316515/original/042841400_1755239943-75f7e08d-f76d-4ddf-8e0a-bbb7c662c9e9.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5546446/original/094076500_1775302490-95ca3f9e-040c-4dce-8784-35628c514d5c.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4983416/original/027398600_1730112255-fotor-ai-20241028174236.jpg)