Jakarta – Sejarah menunjukkan harga perak saat ini dinilai terlalu tinggi dibandingkan emas. Ketika harga sangat tinggi memaksa industri-industri utama untuk berinovasi dan beralih dari perak itu. Di sisi lain, menurut analis Heraeus, harga emas terus melonjak tajam meski terjadi penurunan ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Eropa terkait Greenland.
Dalam pembaruan terbaru, analis menulis kinerja perak jauh lebih baik daripada emas selama sembilan bulan terakhir menunjukkan reli itu akan mencapai puncaknya dalam waktu dekat.
BACA JUGA:Harga Perak Antam Hari Ini 28 Januari 2026 Melesat Rp 2.700, Sentuh Level Segini
BACA JUGA:Harga Perak Antam Hari Ini 27 Januari 2026: Cek Rincian Lengkapnya!
BACA JUGA:Top 3: Harga Emas Bakal Tembus Level Tak Terduga
“Secara historis, perak telah mengungguli emas pada tahap akhir reli harga,” kata analis, dikutip dari Kitco, Selasa (27/1/2026).
Analis menyebutkan, kenaikan harga perak telah menjadi paling ekstrem sejak 1980 saat the Hunt brothers mencoba memonopoli pasar.
Pada 23 Januari, ketika harga perak naik di atas USD 100 per ounce, harga itu 54% di atas rata-rata pergerakan 200 hari. Pada 1980, harga perak mencapai level puncak lebih dari 70% di atas rata-rata pergerakan 200 hari.
Pada 1974, harga juga mencapai 54% di atas rata-rata pergerakan 200 hari sebelum terkoreksi, tetapi kemudian berlanjut hingga 1980.
Seperti yang telah terbukti secara gamblang dalam beberapa minggu terakhir, meski harga tampak ekstrem, harga itu dapat terus naik,” analis memperingatkan.
Meskipun investor memiliki kekhawatiran tentang risiko geopolitik, kebijakan moneter dan fiskal Amerika Serikat (AS) dan nasib dolar AS, sejarah menunjukkan reli ini jauh lebih dekat ke akhir ketimbang ke awal.
Apakah pasar bullish saat ini akan terbukti mirip dengan 1970-an, dengan koreksi di tengah jalan atau pasar bullish akan berakhir setelah harga mencapai puncaknya masih harus dilihat. Apapun yang terjadi, volatilitas harga akan tetap tinggi untuk beberapa waktu,” demikian seperti dikutip.
/2023/11/14/265599980.jpg)
/2023/02/06/1670990717.jpg)
/2025/09/02/1934936574.jpg)
/2025/12/08/659294977.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4477896/original/072602400_1687478218-Miliarder_atau_Orang_Terkaya_Dunia.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2793619/original/013488900_1556718746-Kembang-Api-Buruh4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4967681/original/010007900_1728810787-Depositphotos_650143686_L.jpg)

/2025/12/09/954404319.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5486677/original/085045300_1769595276-WhatsApp_Image_2026-01-28_at_16.13.24.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5486550/original/072648900_1769590191-Deputi_Gubernur_Bank_Indonesia_terpilih_Thomas_Djiwandono-_28_Januari_2026a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5129438/original/034681000_1739288405-BI_10.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5484915/original/056960900_1769488796-WhatsApp_Image_2026-01-27_at_10.56.47.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472366/original/098607300_1768363991-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-14_Januari_2026.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5485687/original/071253500_1769524080-1756f35c-ee91-4c96-861f-adbd26f34d5c.jpeg)