Jakarta – Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau harga perak Antam merosot pada perdagangan Senin (9/3/2026). Koreksi harga perak Antam hari ini mengikuti harga emas Antam yang melemah.
Mengutip laman logammulia.com, harga perak turun Rp 2.000. Harga perak Antam kini dibanderol Rp 51.100. Pada perdagangan sebelumnya harga perak Antam ditetapkan Rp 53.100.
BACA JUGA:Harga Perak Melonjak: Global dan Antam Kompak Menguat di Awal Maret 2026
BACA JUGA:Harga Emas Hari Ini Sabtu 7 Maret 2025, Melonjak Tajam Lagi
BACA JUGA:Harga Perak Antam Melemah 6 Maret 2026, Bagaimana Prospeknya?
Antam menawarkan perak batangan ukuran 250 gram dan 500 gram serta perak butiran murni 99,95%. Pada awal pekan ini, harga perak batangan 250 gram dipatok Rp 13.300.000. Selain itu, harga perak batangan ukuran 500 gram ditetapkan Rp 25.675.000.
Dengan demikian juga harga perak dunia melemah pada awal pekan ini. Mengutip tradingeconomics.com, harga perak anjlok lebih dari 4% ke posisi USD 80 per ounce pada Senin pekan ini.
Koreksi harga perak ini memperpanjang penurunan pekan lalu karena dolar Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat dan memudarnya harapan penurunan suku bunga the Federal Reserve (the Fed) mengalahkan permintaan aset aman yang terkait denga konflik Timur Tengah yang meningkat.
Harga minyak melonjak di atas USD 100 per barel untuk pertama kali sejak 2022 ketika perang dengan Iran memasuki minggu kedua, memicu kekhawatiran tentang inflasi global yang kembali meningkat.
Gangguan semakin intensif setelah kapal tanker minyak secara efektif diblokir dari Selat Hormuz, mendorong beberapa produsen Timur Tengah untuk mengurangi produksi minyak mentah. Konflik tersebut telah menghentikan sekitar seperlima pasokan minyak mentah dan gas alam global karena Iran menargetkan kapal-kapal di jalur pelayaran vital tersebut.
Lonjakan harga energi dapat mempersulit prospek kebijakan Fed, memperkuat spekulasi bahwa penurunan suku bunga mungkin tertunda. Selain itu, perak menghadapi tekanan lebih lanjut dari kekhawatiran bahwa biaya energi yang lebih tinggi dapat memperlambat pertumbuhan global dan mengurangi permintaan industri, pilar utama konsumsi logam tersebut.
/2025/05/23/1773589716.jpg)
/2024/05/08/49081693.jpg)
/2021/09/19/1933925616.jpg)
/2025/05/13/879668017.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5524933/original/026240600_1773025485-Chief_Executive_Officer__CEO__Rosan_Perkasa_Roeslani-9_Maret_2026.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5382998/original/053653000_1760612390-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3291090/original/060643400_1604902998-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5524910/original/088029300_1773024560-a642b33a-2b7a-46dd-b064-2fb0aab29e93.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5524919/original/093651200_1773024997-kopi_kenangan_edit.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5525079/original/059612500_1773031060-WhatsApp_Image_2026-03-09_at_10.25.06.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5521456/original/046444200_1772690467-unnamed__73_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2034336/original/042934000_1522123940-Sawit_Jambi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5504194/original/061386800_1771227775-PT_Kereta_Api_Indonesia__Persero__mencatat_perjalanan_KA_di_lintas_utara_berangsur_normal-16_Februari_2026.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5512269/original/047632000_1771936819-1000843403.jpg)