Jakarta – Harga emas naik pada hari Kamis (Jumat waktu Jakarta) karena meningkatnya konflik di Timur Tengah menarik minat pembeli terhadap aset safe-haven seperti emas. Sementara jeda dalam penguatan dolar Amerika Serikat (AS) juga memberikan dukungan.
Dikutip dari CNBC, Jumat (6/3/2026), harga emas di pasar spot naik 1,6% menjadi USD 5.166,75 per ons, setelah turun lebih dari 4% pada hari Selasa. Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman April naik 1,1% menjadi USD 5.177,60.
BACA JUGA:Setahun Bank Emas Indonesia, Pemerintah Perkuat Ekosistem Bullion Nasional
BACA JUGA:Susun Roadmap Bullion, OJK Siapkan ETF Emas dan Tokenisasi Jadi Instrumen Baru Investasi
“Dolar AS mengalami penurunan, yang memberikan dukungan. Secara keseluruhan, faktor-faktor makro-fundamental tetap mendukung harga emas. Tentu saja, selama perang dengan Iran masih berlangsung, hal itu juga akan tetap mendukung,” kata Wakil Presiden dan Ahli Strategi Logam Senior Zaner Metals, Peter Grant.
“Ada risiko bahwa volatilitas akan berlanjut. Tetapi saya tetap optimis dan berpikir kita akan melihat rekor tertinggi baru sepanjang masa, lanjut dia.
Dolar melemah setelah mengalami kenaikan tajam pada hari Selasa. Dolar yang lebih lemah membuat harga emas dalam dolar AS menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.
AS dan Israel terus melanjutkan serangan nonstop mereka terhadap Iran. Menurut tiga sumber, milisi Kurdi Iran telah berkonsultasi dengan AS dalam beberapa hari terakhir tentang apakah, dan bagaimana, menyerang pasukan keamanan Iran di bagian barat negara itu.
Emas, aset yang tidak memberikan imbal hasil dan dianggap sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian dan inflasi, cenderung lebih disukai selama periode suku bunga rendah.
/2025/12/08/659294977.jpg)
/2018/10/18/528264197.jpg)
/2021/11/16/237331373.jpg)
/2025/12/30/1745362248.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5522416/original/066822000_1772765455-IMG_0797.jpeg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5522139/original/000729400_1772718909-e055bfb0-d53a-42c5-ad40-0243568a7760.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1360907/original/043543700_1475232907-20160930--Bea-Cukai-Rilis-Temuan-Rokok-Ilegal-Jakarta--Faizal-Fanani-01.jpg)
/2025/08/11/374871574.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5521334/original/071803100_1772686674-IMG-20260305-WA0003.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5369426/original/084677000_1759467383-TPC_1_0.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/804918/original/013227900_1422934136-Ilustrasi-Pajak-150203-2-andri.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5501244/original/065983200_1770890840-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-12_Februari_2026de.jpeg)